Rabu 05 Sep 2018 16:46 WIB

Kemendes PDTT Gelar Peringatan Hari Pangan Sedunia di NTT

Peringatan Hari Pangan untuk mengingatkan pentingnya pangan bagi kelangsungan hidup.

Direktur Pengembangan Daerah Rawan Pangan, Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Putut Edi Sasono, hadir di sela-sela acara peringatan Hari Pangan Sedunia, Senin (3/9) lalu.
Foto: Kemendes PDTT
Direktur Pengembangan Daerah Rawan Pangan, Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Putut Edi Sasono, hadir di sela-sela acara peringatan Hari Pangan Sedunia, Senin (3/9) lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, SUMBA BARAT -- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktur Pengembangan Daerah Rawan Pangan, Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Putut Edi Sasono, hadir di sela-sela acara peringatan Hari Pangan Sedunia, Senin (3/9) lalu. Acara tersebut di gelar di Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mewakili Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Putut Edi Sasono menyampaikan, tema peringatan kali ini diharapkan dapat menjadikan pangan lokal NTT berdaya saing global. “Provinsi Nusa Tenggara Timur sendiri memiliki sembilan kabupaten yang diprioritaskan oleh kami untuk menjadi wilayah yang tangguh pangan,” kata Putut.

Kesembilan kabupaten tersebut merujuk kepada Peta Ketahanan Pangan yang dikeluarkan Kementerian Pertanian bersama dengan WFP yang terdiri atas Sumba Barat, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Alor, Manggarai Barat, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Manggarai Timur, dan Sabu Raijua.

Untuk tahun anggaran 2018 sendiri, Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu mengalokasikan beragam bantuan. Mulai dari sarana dan prasarana produksi dan pascapangan, gudang pangan lokal dan lantai jemur, alat pengelolaan pascapanen hingga pengembangan potensi sumber daya pertanian dan perkebunan untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan nilai besaran bantuan Rp 3.700.000.000.

photo
Kemendes PDTT menghadiri peringatan Hari Pangan di NTT.

Guna memperkenalkan produk-produk pangan lokal daerah baik secara nasional bahkan internasional,  lanjut dia, perlu dilakukan penguatan-penguatan dalam sektor pascapanennya. “Pada tahun depan, kami sudah mengalokasikan penyediaan sarana dan prasarana produksi pasca panen, gudang pangan lokal, pembangunan embung, serta pengolahan pasca panen untuk beberapa kabupaten di propinsi NTT”, tambah Putut.

Dia berharap, ke depan  masyarakat dapat lebih variatif dalam mengolah produk pangan lokal, dapat juga memanfaatkannya untuk meningkatkan nilai taraf ekonomi mereka sendiri.

Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tahun ini kembali menyelenggarakan Pameran yang bertajuk "Pangan Lokal Kebanggaan Orang NTT". Kabupaten Sumba Barat digadang menjadi lokasi perhelatan yang sudah menjadi agenda tahunan dari Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam rangka memeriahkan pergelaran tahunan tersebut Pemprov juga menggelar berbagai macam kegiatan Parade Kebudayaan dari Provinsi NTT dan juga berbagai macam Lomba-lomba, seperti Lomba Cipta Menu Jajanan, Lomba Pengolahan Pangan Lokal Serta berbagai lomba lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT Robert Sambolon mengungkapkan maksud dari pelaksanaan Hari Pangan Sedunia ini antara lain untuk mengingatkan kita pada 38 tahun silam akan pentingnya pangan bagi kelangsungan hidup manusia pada saat itu. "Pada perhelatan ini saya juga mengajak kita semua untuk sehati sesuara untuk sama-sama membangun daerah ini dalam pengelolaan Pangan Lokal dari Provinsi NTT menuju arah yang lebih baik," katanya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran dari Pemerintah Kabupaten se-Provinsi NTT dan rencananya akan diselenggarakan hingga 12 September 2018 mendatang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement