Senin 06 Aug 2018 20:57 WIB

Ini Rencana Pembangunan Jalur Kereta Api Hingga 2019

Pembangunan jalur kereta api sudah direvisi menjadi 1.349 kilometer.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Dwi Murdaningsih
Menhub Tinjau Depo MRT. Pekerja menyelesaikan pengerjaan rel kereta di depo MRT, Lebak Bulus, Jakarta, Ahad (1/7).
Foto: Republika/ Wihdan
Menhub Tinjau Depo MRT. Pekerja menyelesaikan pengerjaan rel kereta di depo MRT, Lebak Bulus, Jakarta, Ahad (1/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merevisi target rencana strategis pembangunan jalur kereta api selama 2015 hingga 2019. Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri mengatakan sebelumnya target pembangunan jalur kereta api sepanjang 3.258 kilometer namun saat ini sudah ada perubahan.

"Namun kenyataannya banyak kesulitan dalam progresnya sehingga 2017 ada review pola pendanaan 73 persen swasta namun masih sulit dicapai," kata Zulfikri di kantor Kemenhub, Senin (6/8).

Dia menjelaskan dari rencana awal pembangunan jalur kereta api sudah direvisi menjadi 1.349 kilometer. Dengan rencana tersebut, kepbutuhan pendanaan sekitar Rp 127.2 triliun dengan kerangka pendanaan dari APBN sekitar 71 persen yaitu Rp 90,3 triliun dan pendanaan alternatif 29 persen privat atau swasta.

Hanya saja selama tiga tahun dari 2015 hingga 2017 menurutnya proses sangat jauh dari yang diharapkan. "APBN Rp 90 triliun kita perkirakan dapat, Rp 127 triliun akan masuk tapi masih lag juga. Jadi sekarang kita realitiskan menjadi 1.349 kilometer," ungkap Zulfikri.

 

Dia menbambahkan, target tersebut masih juga belum tercapai sesuai dengan pendanaan yang ada. Pada akhirnya direvisi menjadi 1.157 kilometer dengan pagu indikatif yang sudah bisa didapatkan Kemenhub.

Sementara itu, pembangunan jalur kereta api yang sudah beroperasi saat ini jalur KA menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada 2014-2018, jalur ganda KA Martapura-Baturaja (2016-2018), jalur KA Prabumulih-Kertapati (2015-2018), LRT Sumatra Selatan pada 2016-2018, pembangunan Stasiun maja, Palmerah, Kebayoran, dan Parungpanjang, serta jalur ganda KA Bandara Soekarno-Hatta (2016-2017).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement