Selasa 22 May 2018 17:35 WIB

Pemerintah akan Tambah Kuota Obligasi Ritel Setelah Laris

Peningkatan kuota pemesanan obligasi ritel akan mencapai Rp 5 triliun.

Rep: Ahmad Fikri Noor/ Red: Nur Aini
Petugas bank melayani nasabah calon pembeli Obligasi Ritel Indonesia (ORI).
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Petugas bank melayani nasabah calon pembeli Obligasi Ritel Indonesia (ORI).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Loto Srinaita Ginting mengatakan, pemerintah siap meningkatkan kuota pemesanan Saving Bond Ritel (SBR) seri SBR003. Hal itu setelah melihat pemesanan obligasi ritel tersebut yang cukup tinggi.

Pemesanan Saving Bond Ritel (SBR) seri SBR003 yang dijual secara daring telah mencapai Rp 800 miliar per Senin (21/5) siang. Loto menilai, saat ini investor sudah mulai memahami proses memesan obligasi negara lewat mekanisme daring.

"Sejauh ini bagus dari sisi order tadi di atas sekitar Rp 800 miliar. Kemudian yang sudah bayar sekitar Rp 600 miliar. Artinya, kita menganggap appetite-nya sudah ada," ujar Loto di kantor Kemenkeu pada Senin (21/5).

Sejak diluncurkan pada 14 Mei lalu, Loto mengaku kendala yang terjadi lebih karena investor masih beradaptasi dengan sistem pemesanan daring. Ia mengaku telah mengantisipasi hal itu dengan menyiapkan pusat layanan bantuan dari masing-masing mitra distribusi maupun dari Kementerian Keuangan.

"Mungkin karena kalau offline kan lebih dilayani, kalau online mereka mengisi data-data sendiri. Makanya kita siapkan call center," ujar Loto.

Dalam peluncuran SBR003, ditetapkan target indikatif sebesar Rp 1 triliun. Dengan perkembangan pemesanan yang cukup tinggi, Loto mengaku siap meningkatkan kuota pemesanan hingga Rp 5 triliun.

"Kita punya ruang untuk upsize kalau memang permintaannya lebih besar dari Rp 1 triliun. Tapi untuk tahap awal dengan bisa mencapai Rp 1 triliun, kita anggap mitra distribusi sudah bisa melakukan proses edukasi (pemesanan daring)," ujarnya.

Loto mengaku, penawaran SBR003 masih terbuka hingga 25 Mei pukul 10.00 WIB.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement