Ahad 13 May 2018 17:19 WIB

Laba Bersih Bank Muamalat Naik 35,4 Persen

Likuiditas perseroan pada kuartal pertama 2018 tetap terjaga dengan baik.

Rep: Ahmad Fikri Noor/ Red: Citra Listya Rini
Refleksi kendaraan melintas di depan kantor pusat Bank Muamalat, Jakarta, Ahad (1/4).
Foto: Republika/Prayogi
Refleksi kendaraan melintas di depan kantor pusat Bank Muamalat, Jakarta, Ahad (1/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kenaikan laba bersih sebesar 35,4 persen secara tahun ke tahun (year on year/yoy), dari Rp 12,27 miliar pada Maret 2017 menjadi Rp 16,60 miliar pada Maret 2018. 

Kenaikan tersebut ditunjang oleh kinerja positif dari pembiayaan yang tumbuh sebesar 5,7 persen (yoy) dari posisi Rp 39,6 triliun pada Maret 2017 menjadi Rp 41,86 triliun pada Maret 2018. 

Akad Murabahah mendominasi penyaluran pembiayaan. Porsinya sebesar 48 persen atau senilai Rp 20,18 triliun atau tumbuh 15,96 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. 

Selain itu, pendapatan berbasis komisi atau (Fee Based Income/FBI) terutama dari penjualan surat berharga juga berkontribusi pada kenaikan laba operasional Bank. 

Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K. Permana menyampaikan, kinerja Bank Muamalat secara umum tetap positif. Fokus utama manajemen tahun ini adalah memperkuat struktur permodalan perseroan melalui penjajakan dengan beberapa investor strategis.

Saat ini keuangan Bank Muamalat Indonesia masih dalam kondisi baik, hanya dibutuhkan penguatan modal untuk ekspansi lebih jauh dalam bisnis dan alokasi untuk pencadangan pembiayaan. 

Dalam strategi bisnis 2018 ke depan, Bank Muamalat Indonesia akan me-leverage kekuatan dengan berfokus kepada Islamic Segment, kata Permana melalui siaran pers yang diterima Republika, Ahad (13/5).

Ia mengaku optimistis jika permodalan perseroan semakin stabil, maka upaya perseroan untuk melakukan ekspansi pembiayaan dapat lebih leluasa. Dengan demikian, kualitas pembiayaan akan ikut membaik seiring peningkatan pembiayaan tersebut. 

Dalam laporan keuangan kuartal pertama 2018 posisi pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) perseroan berada pada level 4,76 persen (gross) dan 3,45 persen (neto).

Permana menambahkan, likuiditas perseroan pada kuartal pertama 2018 tetap terjaga dengan baik. Posisi Financing to Deposit Ratio (FDR) Bank Muamalat per Maret 2018 tercatat sebesar 88,41 persen. Angka tersebut membaik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 90,93 persen. 

 
 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement