Jumat 11 May 2018 20:15 WIB

Blockchain Bisa Pangkas Biaya Transaksi

Sistem finansial, asuransi dan perbankan Malaysia sedang melihat potensi blockchain.

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Andi Nur Aminah
Founder & CEO Digital Enterprise Indonesia (DEI) Bari Arijono dan CEO Amanah Capital Group Abas A. Jalil dalam acara Blockchain Indo 2018 di Grand Ballroom Kempinski Jakarta.
Foto: Republika/Melisa Riska Putri
Founder & CEO Digital Enterprise Indonesia (DEI) Bari Arijono dan CEO Amanah Capital Group Abas A. Jalil dalam acara Blockchain Indo 2018 di Grand Ballroom Kempinski Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penerapan sistem blockchain pada perbankan bisa memangkas biaya. Hal ini dibuktikan dengan CIMB Malaysia dan CIMB Indonesia yang tidak lagi membebankan charge saat melakukan transaksi sesama CIMB meski lintas negara.

"Blockchain regional ini bisa membantu supaya sistemnya itu mengurangi biaya kepada konsumen dan bank," kata CEO Amanah Capital Group Abas A Jalil saat ditemui pada acara Blockchain Indo 2018 di Grand Ballroom Kempinski, Jumat (11/5).

Lain halnya dengan Maybank Malaysia dan Maybank Indonesia, kedua bank ini masih membebankan charge sebesar 12 Ringgit Malaysia. Saat ini, sistem finansial, asuransi dan perbankan di Malaysia sedang melihat potensi blockchain. Begitu juga dengan Indonesia.

Namun, baik regulator Indonesia maupun Malaysia masih mempelajari blockchain dari sudut syariah, finansial, perbankan, ritel, manajemen dan lainnya. Menurutnya, potensi penerapan blockhain yang lebih luas di Malaysia bisa terjadi di bawan kepemimpinan Perdana Menteri baru Mahathir Muhammad.

PM tersebut begitu mencintai teknologi. Pada kepemimpinannya sepanjang 1981 hingga 2003, ia membangun Malaysia dan salah satu yang ditekankan adalah Information and Communication Technology (ICT). "Saya yakin tidak lama lagi pemerintah, regulasi Malaysia akan mengadakan regulasi tentang blockchain," ujarnya.

Ia pun berharap Indonesia bisa segera menerapkan regulator terkait blockchain. Sebab, sistem pendataan ini merupakan industri yang tidak boleh ditinggalkan negara lain. Sementara, pentingnya regulasi blockchain di suatu negara adalah untuk memantau masyarakat pengguna blockchain agar tidak terjadi penyalahgunaan dana.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement