Jumat 27 Apr 2018 23:32 WIB

DPR Pastikan Operasional Kilang Balikpapan Berjalan Baik

Kilang Balikpapan sudah beroperasi baik walau belum 100 persen

Petugas beraktivitas di kilang Pertamina Refinery Unit (RU) V Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (14/4). (Republika/Prayogi)
Foto: Republika/Prayogi
Petugas beraktivitas di kilang Pertamina Refinery Unit (RU) V Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (14/4). (Republika/Prayogi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih mengatakan Kilang Balikpapan, Kaltim, beroperasi dengan baik pascamusibah putusnya pipa penyuplai minyak mentah ke kilang beberapa waktu lalu.

"Alhamdulillah, saya lihat tadi Kilang Balikpapan sudah beroperasi dengan baik walaupun operasinya masih belum 100 persen," katanya saat kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke Kilang Balikpapan seperti disampaikan dalam rilis PT Pertamina (Persero) di Jakarta, Jumat.

Kedatangan rombongan Komisi VII DPR ke Kilang Balikpapan pada hari Jumat tersebut ingin memastikan kilang beroperasi dengan baik.

"Komisi VII DPR RI perlu tahu mengingat bahwa sebentar lagi memasuki bulan puasa, lalu Lebaran. Apalagi, Kilang Balikpapan ini adalah pemasok BBM untuk Indonesia bagian tengah dan timur," kata Eni dari politikus Partai Golkar ini.

Untuk menjaga produksi Kilang Balikpapan, kata Direktur Pengolahan Pertamina Budi Santoso Syarif, saat ini dilakukan pengalihan suplai minyak ke pipa lain yang juga berada di bawah perairan Teluk Balikpapan. Dengan demikian, minyak bisa tetap dikirim dari Terminal Lawe-lawe ke Kilang Balikpapan.

Di samping itu, Pertamiana meningkatkan operasional kilang yang lain untuk menggantikan produksi Kilang Balikpapan yang belum 100 persen.

Ia juga mengatakan bahwa pemasangan pipa pengganti sudah dapat dilakukan karena pipa yang putus sudah dipotong dan pipa baru yang akan dipasang sudah siap.

"Pipa baru ini juga akan menerapkan 'leak detection system' untuk mendeteksi kebocoran pipa," ujarnya.

Pada aspek lingkungan, kata Budi, Pertamina sudah melakukan pembersihan sisa minyak di pesisir Teluk Balikpapan.

"Sebagian besar daerah sudah bersih hanya beberapa wilayah hutan mangrove yang kini dihentikan karena ada imbauan dari Kementerian Lingkungan Hidup," katanya.

Terkait dengan dampak ke tengah masyarakat, menurut dia, Pertamina sudah memberikan bantuan dalam berbagai bentuk, seperti santunan dan alat-alat untuk nelayan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement