Selasa 17 Apr 2018 07:35 WIB

Produksi Gas Cina akan Mencapai 17 Miliar Meter Kubik

Perusahaan minyak lokal membuat kemajuan besar dengan teknologi pengeboran.

Ladang pengeboran migas (ilustrasi)
Foto: AP PHOTO
Ladang pengeboran migas (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Produksi gas Cina kemungkinan akan mencapai 17 miliar meter kubik (bcm) pada 2020. Angka ini hampir dua kali lipat dari 2017.

Konsultan Wood Mackenzie mengatakan, peningkatan ini terjadi karena perusahaan minyak lokal membuat kemajuan besar dengan teknologi pengeboran dan pemangkasan biaya.

 

Hampir 700 sumur baru akan mulai beroperasi antara 2018 hingga 2020 di tiga proyek utama, Fuling Sinopec, Changning-Weiyuan PetroChina dan Zhatong. Semuanya terletak di barat daya Cina yang diperkirakan mencapai biaya total 5,5 miliar dolar AS.

Perkiraan produksi 17 miliar meter kubik pada 2020 sebenarnya jauh dari target pemerintah Cina yakni 30 bcm. Itu berarti pengguna gas nomor tiga dunia itu akan mempertahankan impor gas alam cair (LNG) pada level yang lebih tinggi.

 

Woodmac secara terpisah memperkirakan impor LNG Cina akan meningkat seperempat menjadi hampir 49 juta ton tahun ini, dari rekor tertinggi pada 2017.

Cina menghasilkan sembilan bcm gas serpih tahun lalu atau enam persen dari total output gasnya.

"Cina ingin mewujudkan potensi gas serpih untuk mendorong inisiatif gasifikasi besar-besaran dan mendukung pertumbuhan permintaan yang meningkat," ujar Tingyun Yang dari Wood Mackenzie.

Meski perkiraan bahwa Cina adalah sumber gas serpih terbesar di dunia, formasi serpih cenderung berada di daerah yang padat penduduk. Hal ini berdampak pada tingginya biaya dan komplikasi dalam pengeboran.

Namun, perusahaan-perusahaan negara telah mampu mengurangi biaya sumur secara signifikan sebesar 40 persen untuk sumur eksplorasi dibanding 2010. Sedangkan terjadi pengurangan 25 persen untuk sumur konvensional dibanding 2014.

 

Yang mengatakan, cara yang ditempuh dalam mengurangi biaya adalah dengan mengerahkan perusahaan jasa lokal, peralatan buatan dalam negeri dan menigkatkan teknologi pengeboran.

Eksplorasi dan studi gabungan oleh jurusan global seperti Shell, BP, Exxon dna Total di blok serpih Cina telah menghasilkan sedikit keberhasilan. Shell yang menjanjikan miliaran dolar investasi di sektor serpih Cina menarik diri dari operasi serpih di Sichuan beberapa tahun lalu.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement