Kamis 12 Apr 2018 17:46 WIB

Presiden: Pembangunan Infrastruktur Buka Isolasi Papua

Masalah infrastruktur adalah hal yang harus diselesaikan di Papua.

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kanan) meninjau proyek pembangunan Jembatan Holtekamp di Jayapura, Papua, Kamis (12/4).
Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kanan) meninjau proyek pembangunan Jembatan Holtekamp di Jayapura, Papua, Kamis (12/4).

REPUBLIKA.CO.ID, TIMIKA -- Presiden Joko Widodo menegaskan komitmen pemerintah untuk terus membangun infrastruktur di Papua guna membuka keterisolasian wilayah-wilayah pedalaman dan pesisir.

Berbicara kepada wartawan di Timika usai melakukan kunjungan kerja ke Agats, Kabupaten Asmat, Kamis (12/4), Presiden Jokowi mengatakan pembangunan infrastruktur seperti jalan Trans Papua, jembatan, pelabuhan laut, pelabuhan udara dan lainnya untuk memudahkan akses dan mobilitas warga Papua dari satu tempat ke tempat yang lain.

"Kenapa dibangun infrastruktur jalan Trans Papua itu gunanya untuk menghubungkan satu tempat ke tempat yang lain sehingga memudahkan warga untuk bisa mengakses ke distrik (kecamatan), mengakses ibu kota kabupaten, supaya ada koneksi antarprovinsi, antarkabupaten dan antarkota. Arahnya ke sana," jelas Presiden.

 

Baca juga, Jokowi Tinjau Proyek Jembatan Hotlekamp.

 

Menurut Presiden, jika pemerintah belum bisa menyelesaikan masalah ketersediaan infrastruktur pendukung tersebut maka akan sulit untuk menyelesaikan berbagai persoalan dasar.

Persoalan dasar warga Papua di pedalaman dan pesisir seperti masalah ketersediaan dan pemenuhan gizi anak dan balita, perumahan layak sehat dan layak huni, ketersediaan pangan, akses mendapatkan pendidikan dan kesehatan berkualitas serta lainnya.

Presiden Jokowi mengatakan, masalah ketersediaan infrastruktur pendukung dan dasar itu menjadi hal yang harus diselesaikan di seluruh kabupaten di Tanah Papua maupun di berbagai daerah lainnya di Indonesia. "Terlepas dari berbagai dinamika yang ada, hal ini harus diketahui oleh semua kita," ujarnya.

Presiden Jokowi mengapresiasi berbagai program yang telah dikerjakan oleh berbagai kementerian terkait bersama Pemkab Asmat dan Satgas TNI pascadicabutnya status Kejadian Luar Biasa/KLB campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat pada akhir Januari lalu.

Pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah membangun bak penampungan air bersih lengkap dengan sumur bor di sembilan lokasi di Asmat, lima di antaranya di Kota Agats dan empat lainnya di distrik-distrik lain.

Penyediaan fasilitas air bersih tersebut sangat penting untuk mendukung ketersediaan air bagi warga Asmat yang selama bertahun-tahun mengandalkan air hujan untuk konsumsi dan kebutuhan sehari-hari. Ini lantaran wilayah Asmat yang berada di daerah rawa dengan kondisi air payau.

Presiden Jokowi mengatakan, penyediaan fasilitas air bersih tersebut tidak hanya berkaitan dengan soal pemenuhan gizi anak-anak tetapi juga berkaitan dengan soal sanitasi atau kesehatan lingkungan yang semakin baik di Asmat ke depan.

Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama Menteri PU-PR Basuki Hadi Moeljono dan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek melakukan kunjungan kerja selama tiga jam di Agats, Asmat, Kamis (12/4).

Presiden Jokowi bersama rombongan menggunakan tiga helikopter dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Bandara Ewer, Asmat. Usai berkunjung ke Asmat, Presiden Jokowi bersama rombongan menyempatkan diri menyalami ribuan warga Kota Timika pada Kamis petang di Jalan Cenderawasih sebelum bertolak menuju Sorong, Papua Barat

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement