Sabtu 10 Feb 2018 03:16 WIB

Stok Beras Pasar Induk Cipinang Sentuh Titik Terendah

Hasil panen di sentra produksi beras belum sampai ke Jakarta.

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Budi Raharjo
Harga Beras Masih Tinggi. Pekerja memindahkan beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (24/1).
Foto: Republika/ Wihdan
Harga Beras Masih Tinggi. Pekerja memindahkan beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (24/1).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) menyentuh titik terendah dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data di laman pibc.foodstation.co.id, yang dikutip Republika pada Jumat (9/2), stok beras di pasar rujukan tersebut hanya tersedia 21,4 ribu ton.

Padahal, normalnya PIBC memiliki stok 25 ribu sampai 30 ribu ton. Jika dibandingkan dengan kondisi pada 2017 dan 2016 lalu, stok pada Februari 2018 merupakan yang terendah.

Pada 2017, laman tersebut mencatat stok beras di PIBC mencapai 33,7 ribu ton. Pada 2016, jumlahnya lebih tinggi, yakni 52,6 ribu ton.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Arief Prasetyo menyebut pasokan beras yang masuk ke PIBC masih minim. Sebab, hasil panen di sentra produksi beras belum sampai ke Jakarta.

Pada saat musim panen seperti saat ini, kata Arief, hasil panen digunakan untuk mengisi daerah sentra produksi dahulu. Sisanya baru akan dikirim ke Jakarta. "Kita masih tunggu hasil panennya masuk Jakarta," kata Arief.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement