Ahad 19 Nov 2017 16:20 WIB

Oman Berencana Investasi Rp 1,3 Triliun di Tasikmalaya

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Ani Nursalikah
Sejumlah kincir air dibuat petani secara swadaya di Sungai Citanduy, Kampung Sukasirna, Manggung Jaya, Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.   (Antara/Adeng Bustomi)
Sejumlah kincir air dibuat petani secara swadaya di Sungai Citanduy, Kampung Sukasirna, Manggung Jaya, Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. (Antara/Adeng Bustomi)

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akan mendapat kucuran dana investasi dari salah satu negara timur tengah, Kerajaan Oman. Tak tanggung-tanggung, kucuran dana diperkirakan mencapai lebih dari satu triliun rupiah.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Tasikmalaya Henry Nugroho mengatakan rencana investasi Oman sebenarnya sudah ada sejak 2006. Namun ketika itu, belum ada keseriusan hingga baru digalakkan lagi saat ini.

Ia mengatakan investasi Oman akan disalurkan salah satunya dalam pembangunan pelabuhan di Cikalong. "Oman memerlukan pangan aman, pangan yang nonpestisida, makanya Oman ingin tanam pangan disini berupa padi, sayur, buah-buahan dari Tasikmalaya nanti diangkut lewat pelabuhan yang dia bikin di kecamatan Cikalong," katanya pada wartawan, akhir pekan ini.

Selain itu, Oman juga memfokuskan investasi di bidang pengembangan pertanian. Oman ingin memastikan komoditas pertanian yang didatangkan ke negaranya mempunyai kualitas tinggi. Akses pelabuhan yang dibangun di Cikalong pun diharapkan dapat memperpendek arus transportasi ketimbang pengiriman harus melalui Jakarta.

"Anggarannya sekitar Rp 1,3 triliun diserahkan ke indonesia lewat Pemkab. Mereka bangun juga pertanian pangan modern karena untuk diekspor ke negara mereka," ujarnya.

Untuk kerja sama pembangunan pelabuhan, kata dia bentuknya berupa build of transfer. Dalam klausul kerja sama diajukan pelabuhan dapat digunakan Oman selama 50 tahun sambil dilakukan transfer pengetahuan. Setelahnya, pelabuhan berpeluang bisa dipergunakan Pemkab Tasikmalaya untuk tujuan lebih luas.

"Sistem 50 tahun build of transfer, mereka bangun terus kalau sudah 50 tahun diserahkan ke kami pengelolaannya. Nantinya ke depannya bisa saja digunakan jadi pelabuhan umum," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement