Jumat 10 Nov 2017 14:30 WIB

Serbadigital, BRI Kurangi Karyawan di Bagian Layanan Manual

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Nur Aini
Direktur Digital Banking dan Teknologi Informasi BRI Indra Utoyo (kanan) dan Direktur Konsumer BRI Handayani (kedua kanan) berbincang dengan penjaga Stand BRI dalam pameran BRI Indocomtech 2017 di JCC, Jakarta, Rabu (1/11).
Foto: Republika/Prayogi
Direktur Digital Banking dan Teknologi Informasi BRI Indra Utoyo (kanan) dan Direktur Konsumer BRI Handayani (kedua kanan) berbincang dengan penjaga Stand BRI dalam pameran BRI Indocomtech 2017 di JCC, Jakarta, Rabu (1/11).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) melakukan efisiensi dengan digitalisasi perbankan. Hal ini berdampak pada karyawan bagian pelayanan yang akan dikurangi.

"Biaya operasional menjadi salah satu consern utama dalam melakukan efisiensi," ujar Direktur Kepatuhan BRI Susy Liestiowaty saat ditemui di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/11).

Terkait operasional, banyak yang telah dilakukan BRI dalam mengubah proses yang sebelumnya manual menjadi digital. Dengan begitu, akan membuat biaya operasional menjadi lebih murah. BRI memiliki banyak jaringan kerja dengan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup besar. Selama ini, para pegawai ditingkatkan kompetensinya melalui pengembangan pendidikan yag dilakukan di delapan sentra pendidikan BRI di Indonesia. Namun, untuk efisiensi, proses pendidikan dan peningkatan kompetensi tersebut tidak selalu harus melalui interaksi tatap muka melainkan melalui e-learning.

Efisiensi ini dilakukan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan sekaligus memberi penawaran harga kepada nasabah menjadi lebih murah. Direktur Kredit Mikro dan Ritel Priyastomo menegaskan efisiensi bukan hanya dari sisi operasional. Efisiensi pun dilakukan dari sisi proses. Sejauh ini, waktu pengurusan layanan kredit mikro dan kredit konsumer dipercepat dengan penerapan proses kredit digital. Meski belum diterapkan menyeluruh, ia berharap proses kredit secara digital mampu dilakukan tahun depan.

Peralihan manual ke digital berdampak pada peran karyawan BRI. Saat ini, kata dia, ada sekitar 130 ribu pegawai BRI yang tersebar di seluruh Indonesia. Angka tersebut terbagi untuk pegawai pendukung atau pelayanan sebesar 55 persen dan 45 persen marketing atau tenaga pemasaran.

"Yang akan tergerus terkait digitalisasi perbankan terutama dari sisi layanan atau support sehingga ke depan akan kita ubah support ini kita kurangi dan alihkan ke marketing," ujar dia.

Porsi jumlah pegawai pemasaran akan lebih besar dari pegawai layanan yakni 60 persen dengan 40 persen. Dia berharap dengan banyaknya tenaga pemasaran akan berdampak pada proses bisnis BRI ke depan menjadi lebih baik.

Selain itu, kebutuhan pegawai anak perusahaan BRI seperti BRI Life dan BRI Finance bisa menghindari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Anak perusahaan tersebut, kata dia, akan membutuhkan pegawai pemasaran yang cukup besar sementara pergeseran SDM dari induk perusahaan ke anak perusahaan atau sebaliknya akan sangat dimungkinkan. "Ini nanti merupakan bagian dari alih fungsi," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement