Sabtu 07 Oct 2017 09:16 WIB

Pedagang Pasar Jatinegara Keluhkan Sepinya Pembeli

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Budi Raharjo
Pedagang sapi (ilustrasi)
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Pedagang sapi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sejumlah pedagang di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, mengeluhkan sepinya pembeli. Anda, pedagang sapi, mengatakan dulu pendapatannya sehari bisa mencapai Rp 500 ribu, tapi sekarang berkurang jauh.

"Sekarang mah sehari bisa sama sekali kosong, ngga ada pemasukan. Saya sudah di sini dari jam 10 sampai jam 3 sore, kosong," ujarnya pada Jumat (5/10).

Anda tidak tahu mengapa sekarang pembeli seperti menghilang dari Pasar Jatinegara. Ia meminta pemerintah untuk memperhatikan kondisi yang memberatkan pedagang kecil ini.

"Merosot drastis, ngga tahu kenapa, tapi ya namanya hidup kan pasti ada titik terendahnya, saya nikmatin aja mbak," ujarnya.

Lesunya pembeli juga dirasakan Awan (54 tahun). Pedagang beras ini mengeluhkan sepinya pembeli belakangan ini. "Aduh, sepi, lihat saja tuh ngga ada pembelinya, adanya pedagang doang," ujarnya sambil menunjuk area pasar di sekitar kiosnya.

Awan biasa mendapatkan pasokan beras langsung dari Penggilingan. Ia menyebutkan omzet dagangannya berkurang sekitar 20 persen. Di kiosnya, jenis beras yang kurang diminati pembeli belakangan ini adalah beras jenis Karawang dan Setra.

Meski penjualan beras sedang tertekan, Awan tetap bertahan menjajakan beras. Hanya saja, ia tidak tahu sampai kapan kuat bertahan dengan kondisi ini. Ia berharap pemerintah memperhatikan pedagang kecil seperti dirinya.

Sa'adi, pedagang sayur, mengatakan sepinya pembeli di Pasar Jatinegara mulai dirasakan sejak tahun lalu. Dulu, ia sanggup meraup pendapatan sampai sejuta rupiah per hari dari dagangannya yang habis terjual.

"Sekarang mah ngga bisa kaya begitu. Sehari bisa seratus ribu. Kadang lima puluh. Buat ongkos pulang aja," ujarnya berkeluh kesah.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement