Jumat 16 Jun 2017 19:20 WIB

Dari Ibu Rumah Tangga, Epih Sukses Jadi Agen Kredit Pakaian

Epih salah satu agen Amartha yang sukses jadi agen kredit pakaian
Foto: Amartha
Epih salah satu agen Amartha yang sukses jadi agen kredit pakaian

REPUBLIKA.CO.ID,  Epih (36 tahun) seorang ibu yang tampak riang dan semangat pada perkumpulan majelis siang itu, merupakan salah satu mitra Amartha yang telah bergabung selama kurang lebih satu tahun. Epih sendiri merupakan salah satu mitra Amartha yang menekuni usaha sebagai agen kredit pakaian.

Saat pertama kali bergabung di Amartha, Epih mendapat pembiayaan sebesar tiga juta rupiah. “Sebelum ikut Amartha, saya cuma ibu rumah tangga, masih bingung mau bikin usaha apa yang modalnya masih terjangkau, karena banyak diberi masukan, saran dan juga karena saya berminat, sekarang saya lebih memilih usaha jadi agen kredit pakaian, pakai modal tiga juta ini,” ujar Epih, menceritakan awal usaha kredit pakain kala itu.

Modal usaha sebesar tiga juta rupiah tersebut ia gunakan untuk membeli beberapa model pakaian yang kemudian ia kreditkan kepada tetangganya. Pemasaran produk–produk pakaian yang dijual Epih pun masih sangat sederhana. Awalnya Epih hanya menawarkan pakaiannya kepada tetangga dekat nya saja.

Tak disangka, banyak tetangga Epih yang merasa tertarik dan ingin membeli pakaian kepada Epih, karena adanya sistem pembayaran yang dapat dicicil. Usaha kredit pakaian milik Epih pun semakin laris, bahkan kini tidak hanya tetangganya saja yang menjadi pelanggan Epih, namun dari kampung - kampung tetangga juga sering membeli pakaian yang dijual Epih.

Semangat Epih menekuni bisnis agen kredit pakaian terbukti dari penghasilan yang berhasil ia kantongi setiap minggunya yang mencapai Rp 300 Ribu setiap harinya. Selain itu, kini Ibu dari tiga anak ini pun telah memiliki banyak pelanggan dan berencana untuk lebih menambah ragam dari jenis pakaian yang ia jual. Pemasaran dari pintu ke pintu yang dilakukan oleh Epih sungguh bentuk kegigihan yang luar biasa.

Meski usaha Epih tengah berkembang, bukan berarti usaha agen kredit pakaiannya lepas dari hambatan, Biasanya yang menjadi kendala Epih dalam menjalankan usahanya adalah, apabila ada pelanggan yang tidak membayar cicilannya atau adanya keterlambatan cicilan yang harus dibayarkan pelanggananya. Namun dalam menangani hal tersebut, Epih berusaha untuk melakukan pendekatan dan membangun komunikasi yang baik dengan para pelanggannya.

Bukan sekadar harapan

Epih yang memiliki tiga orang anak berupaya keras untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Harapan Epih kala itu adalah melihat anak- anakya mampu mengenyam bangku pendidikan setinggi–tingginya. Anak–anaknya yang masing–masing masih duduk di bangku SMP, SD dan si bungsu yang masih kecil merupakan harapan bagi Epih.

Dengan menyekolahkan anaknya hingga sukses Epih berharap di masa depan anak–anak Epih menjadi anak yang cerdas dan berhasil. Alhamdulillah setelah saya punya usaha ini, ya bisa bantu-bantu suami buat pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

"Kadang suka disisihin juga untuk nabung, nabung juga, dan lebih bersyukur bisa tenang penuhi kebutuhan sekolah ketiga anak saya,” ujarnya.

Epih juga telah berhasil melakukan renovasi rumah miliknya, ia membangun tempat mandi cuci kakus (MCK). “Alhamdulillah neng, ibu bisa punya kamar mandi sendiri, walaupun gak besar tapi lebih bersih dan nyaman,” ujar bahagia Epih menceritakan kisahnya.

Bersama Amartha, Epih dan keluarganya mengaku mampu untuk terus produktif dan mandiri. Amartha membantunya untuk terus mengembangkan usahanya agar semakin maju dan sejahtera.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement