Selasa 13 Jun 2017 14:37 WIB

ESDM Pastikan tak Jual BBM Premium dalam Kemasan

Warga mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di SPBU Cikini, Jakarta, Ahad (2/10).
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Warga mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di SPBU Cikini, Jakarta, Ahad (2/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) menjelaskan jika produk BBM premium tidak dijual dalam bentuk kemasan ketika menghadapi mudik Lebaran 2017.

"Untuk premium tidak disiapkan dalam kemasan, tetapi Pertamax dan Pertamax Dex yang dikemas guna menghadapi distribusi ketika arus mudik," kata Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja di komplek DPR Jakarta, Selasa (13/6).

Selain itu, pada titik-titik rawan akan disiapkan juga tangki-tangki BBM tambahan guna mengantisipasi kekurangan pasokan. Umumnya di jalur-jalur mudik yang memang belum tersedia SPBU.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan distribusi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji untuk persiapan mudik dalam status aman. Kesiapan sektor minyak dan gas bumi (migas) secara umum atau nasional proses penyaluran BBM dan elpiji atau LPG berjalan normal, di mana kondisi stok BBM dan LPG dalam status normal. 

Yakni, BBM jenis Premium cadangannya untuk konsumsi 20,65 hari, Solar: 25,59 hari, Pertalite: 2,47 hari; Kerosene: 73,32 hari, Pertamax: 19,47 hari, Pertamax Turbo: 27,22 hari, Pertamina Dex: 36,22 hari, LPG: 15,38 hari dan Avtur 28,17 hari.

Selain itu, Kementerian ESDM juga melakukan persiapan jelang Idul Fitri 1438 H di sektor lainnya yaitu, sektor Ketenagalistrikan dan Kebencanaan Geologi. Pembentukan Satuan Tugas Sektor Energi (Satgas Energi) lintas Kementerian guna memastikan ketersedian pasokan dan distribusi BBM, bahan bakar gas (BBG), liquefied petroleum gas (LPG), listrik, hingga antisipasi bencana kegeologian sebelum dan selama Idul Fitri 1438 H. Hal tersebut untuk memastikan semuanya berada pada posisi aman bagi masyarakat.

Untuk sektor ketenagalistrikan secara nasional, beban puncak malam sebagian besar dalam kondisi normal dan siaga. Secara keseluruhan daya mampu pasok nasional sebesar 35,7 GW dan beban puncak sebesar 30,8 GW, dan cadangan operasi sebesar 4,9 GW.

Sedangkan untuk sektor kebencanaan geologi terdapat satu gunung api dalam tingkat aktivitas awas (Level IV), yaitu Gunung Sinabung., 17 gunung api dalam tingkat aktivitas waspada (Level II), yaitu Gunung Karangetang, Gunung Lokon, Gunung Rinjani, Gunung Soputan, Gunung Sangeangapi, dan Gunung Rokatenda.

Gunung level II lainnya adalah Gunung Dukono, Gunung Ibu, Gunung Gamkonora, Gunung Gamalama, Gunung Banda Api, Gunung Semeru, Gunung Bromo, Gunung Anak Krakatau, Gunung Dempo, Gunung Marapi dan Gunung Kerinci. Pada periode bulan Juni 2017 tingkat aktivitasnya masih Level II (Wasapada) dan tidak ada kejadian bencana yang mengakibatkan korban harta dan jiwa.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement