Kamis 23 Mar 2017 18:17 WIB

Utang Capai Rp 3.467 Triliun, Pemerintah Klaim Rasio Membaik

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Nur Aini
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution.
Foto: Republika/ Raisan Al Farisi
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia masih percaya diri dengan rasio utang saat ini bila dibandingkan dengan angka Produk Domestik Bruto (PDB). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, Indonesia justru masuk dalam jajaran sedikit negara yang perbandingan antara utang dan PDB-nya rendah.

Darmin mengaku, pemerintah sudah belajar banyak hal pasca-krisis ekonomi tahun 1998 lalu. Rasio utang Indonesia yang saat ini tercatat sebesar 27 persen masih diyakini berada di level aman. "Karena kita sudah perbaiki diri banyak soal itu sejak krisis 98 lalu. Jadi kalau soal utang kita termasuk negara yang tidak banyak dibandingkan dengan perekonomiannya," kata Darmin, di Jakarta, Kamis (23/3).

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah tetap mewaspadai faktor eksternal, terutama gejolak ekonomi global meski rasio utang Indonesia masih di dalam batas aman. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, rasio utang tahun lalu sebesar 27 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Angka ini masih di bawah batas wajar yakni 30 persen dari PDB.

Catatan pemerintah, posisi utang Indonesia 2016 sebesar Rp 3.466,9 triliun. Sri menilai, meski masih aman tetapi pemerintah tetap memonitor perkembangan ekonomi global terutama kebijakan ekonomi Amerika Serikat (AS). Sedangkan di sisi internal, Sri memandang bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus dikelola secara baik agar kredibilitas pemerintah dalam menyusun anggaran tetap terjaga.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement