Sabtu 25 Feb 2017 08:45 WIB

Bank Khawatir Kisruh Freeport Berdampak pada Nilai Kredit Macet

Kredit macet (ilustrasi)
Foto: Republika/Prayogi
Kredit macet (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, TIMIKA -- Kalangan perbankan di Timika, Papua mengkhawatirkan besar nilai kredit macet sebagai akibat dari berlarut-larut kisruh PT Freeport Indonesia yang berimbas pada pemutusan hubungan kerja ribuan karyawan.

Kepala BRI Cabang Timika Muhammad Jusuf mengatakan total nilai pinjaman karyawan PT Freeport Indonesia dan karyawan perusahaan-perusahaan subkontraktor Freeport itu mencapai sekitar Rp 70 miliar. "Berdasarkan data yang kami terima, sebagian debitur kami sudah dirumahkan, bahkan ada yang sudah di PHK oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Ini tentu sangat mengkhawatirkan kami," kata Jusuf, Sabtu (25/2).

Menyikapi kondisi itu, BRI Timika telah melakukan koordinasi dengan perusahaan-perusahaan tempat para karyawan tersebut bekerja. Meski mereka telah dirumahkan atau di PHK, karyawan yang memiliki tanggungan kredit di BRI diminta tetap melunasi kewajibannya. BRI Timika juga memberikan kredit usaha kepada 30 pengusaha di Timika dengan total nilai kredit yang dikucurkan sebesar Rp 101 miliar.

"Kami langsung menemui para debitur untuk membicarakan soal kelanjutan pembayaran angsuran pinjaman mereka. Secara internal kami akan melakukan evaluasi terhadap dampak yang ditimbulkan akibat masalah di Freeport terhadap program pemberian fasilitas perkreditan. Yang jelas, kondisi yang terjadi di Freeport sekarang sangat mempengaruhi perekonomian di Timika secara keseluruhan," ujar Jusuf.

Situasi serupa diprediksi dialami oleh Bank Papua, Bank Mandiri, dan Bank CMB Niaga setempat. Ketiga bank tersebut selama ini banyak menggelontorkan pinjaman kredit kepada karyawan PT Freeport dan perusahaan-perusahaan subkontraktornya. Ketiga bank tersebut juga memiliki kantor perwakilan di Tembagapura yang merupakan kota tambang PT Freeport Indonesia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement