Senin 09 Jan 2017 15:18 WIB

Spin Off Unit Syariah Bank Jatim Tunggu Izin Prinsip

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
 Direktur Utama Bank Jatim R Soeroso ( kedua kanan) menyampaikan kinerja keuangan tahun 2016 di Jakarta, Senin (9\1).
Foto: Tahta Aidilla/Republika
Direktur Utama Bank Jatim R Soeroso ( kedua kanan) menyampaikan kinerja keuangan tahun 2016 di Jakarta, Senin (9\1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Pembangunan Daeraj Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) masih menunggu keluarnya izin prinsip dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk proses spin off Unit Usaha Syariah (UUS). Bank Jatim telah mengajukan izin prinsip tersebut pada 30 Desember 2016 lalu beserta dengan izin penyertaan modalnya.

"Memang proses spin off ini memerlukan tahapan, nanti setelah mendapatkan izin prinsip lalu ada pemisahan aset, kemudian izin operasinal UUS menjadi bank umum syariah (BUS)," ujar Direktur Agrobisnis dan Usaha Syariah Bank Jatim Tony Sudjiaryanto di Jakarta, Senin (9/1).

Diharapkan proses spin off UUS Bank Jatim menjadi BUS dapat selesai pada Semester I 2017. Bank Jatim telah mempersiapkan modal sebesar Rp 502 miliar sebagai suntikan modal awal bagi UUS Bank Jatim setelah spin off. Kemudian, secara bertahap Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai pemegang saham Bank Jatim akan menambah modal agar UUS Bank Jatim bisa masuk ke Buku II.

Tony mengatakan, OJK memang mengharapkan UUS Bank Jatim bisa masuk ke Buku II setelah spin off. "Suntikan modal dari pemerintah provinsi sekitar Rp 525 miliar dan akan diberikan secara bertahap selama tiga tahun ke depan, sehingga nantinya kita bukan lagi menjadi anak perusahaan tapi menjadi sister," kata Tony.

Melalui penambahan modal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini, diharapkan pada 2019 UUS Bank Jatim bisa masuk di Buku II. Selain itu, untuk mempersiapkan proses spin off UUS Bank Jatim juga akan mengoptimalkan kantor-kantor cabang agar dapat meningkatkan pembiayaan. Pada 2016, pembiayaan UUS Bank Jatim tumbuh sebesar Rp 828 miliar dan sebagiana besar disumbang oleh sektor UMKM.

Menurut Tony, setelah melakukan spin off, UUS Bank Jatim tetap akan fokus pada pembiayaan UMKM. Sebab, jumlah UMKM di Jawa Timur sangat banyak dan volume perdagangan antar pulau meningkat. Sementara itu, pada 2016 UUS Bank Jatim juga telah membukukan aset sebesar Rp 2,1 triliun meningkat dr tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,6 triliun. Sedangkan, dana pihak ketiga (DPK) pada 2016 tumbuh mencapai Rp 1,4 triliun dan laba tumbuh Rp 2,1 miliar. Tony menargetkan, pertumbuhan laba pada 2017 ini bisa mencapai 20 persen.

Tony menambahkan, UUS Bank Jatim juga menargetkan pertumbuhan dana pada 2017 mencapai 15 persen. Hal ini menyusul adanya kerja sama dengan NU dan Muhammadiyah. Menurut Tony, Bank Jatim sudah melakukan penandatangan kerja sama dengan NU untuk program tabungan dan Laku Pandai.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement