Selasa 22 Nov 2016 01:16 WIB

Menkeu Ingin Penyebar Ajakan Rush Money Ditindak Tegas

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Budi Raharjo
Sri Mulyani
Foto: Daan/Republika
Sri Mulyani

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan masyarakat perlu jaminan keamanan untuk menyimpan dana mereka. Alasan ini yang membuat pemerintah kerap kali mengampanyekan ajakan untuk menyimpan uang di bank.

Sedangkan kabar adanya ajakan untuk menarik dana di bank secara besar-besaran atau rush money, lanjutnya, bertentangan dengan apa yang diupayakan pemerintah selama ini.  Sri meminta agar masyarakat tidak mengikuti anjuran yang ia anggap justru merusak institusi keuangan dan perbankan yang dinilai sangat penting bagi berjalannya ekonomi negara.

Ia juga secara khusus meminta agar pelaku yang mencetuskan ajakan aksi rush money ditindak tegas oleh aparat hukum. "Saya berharap mereka yang melakukan hasutan seperti itu akan ditindak secara tegas karena dia melakukan suatu ancaman terhadap kepentingan masyarakat bersama. Sekali lagi saya tekankan bahwa perbaikan situasi ekonomi dan stabilitas itu sangat dipentingkan, tidak hanya untuk kelompok tapi yang penting adalah masyarakat banyak," jelas Sri, Senin (21/11).

Sri melanjutkan, kondisi ekonomi bangsa yang positif diyakini mampu memberikan kesempatan untuk memperbaiki kesejahteraan dan menekan kemiskinan. Menurutnya, bila benar terjadi aksi rush money ini justru akan berdampak pada masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah.

"Karena mereka adalah kelompok yang paling funarable. Sehingga keyakinan kita, politik kita, agama kita pasti kita akan sangat peduli terhadap kerentanan dari masyarakat terutama masyarakat kecil yang terkena akibat paling dahulu dan paling besar apabila tidak stabil," katanya.

Sri juga berusaha meyakinkan kepada masyarakat termasuk umat Muslim agar tidak mengikuti ajakan rush money yang berpotensi merusak pondasi perekonomian negara.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement