Jumat 23 Sep 2016 09:09 WIB

Survei: Optimisme Masyarakat di Bidang Ekonomi Naik

Rep: Mas Alamil Huda/ Red: Esthi Maharani
Pertumbuhan ekonomi (ilustrasi)
Foto: Republika/Prayogi
Pertumbuhan ekonomi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Optimisme masyarakat kepada pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla di bidang ekonomi naik signifikan. Masyarakat percaya, pertumbuhan ekonomi di Indonesia ke depan akan positif, baik dalam jangka waktu menengah maupun panjang.

Dari hasil survei Alvara Research Center menunjukkan, tingkat optimisme publik terhadap prospek ekonomi Indonesia satu tahun ke depan naik dari 67,8 persen pada Oktober 2015 menjadi 79,6 persen  pada September 2016. Sedangkan untuk jangka panjang, naik dari 76,7persen pada Oktober 2015 menjadi 88,7 persen pada September 2016.

“Naiknya tingkat optimisme adalah berarti naiknya harapan publik, ini bisa jadi modal sosial sangat penting bagi pemerintah untuk bekerja lebih keras memacu pertumbuhan ekonomi lebih kencang,” kata CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, kepada Republika, Jumat (23/9).

Hasan mengatakan, saat ini Indeks Optimisme Publik mencapai angka paling tinggi dibandingkan pengukuran di bulan Oktober 2015 dan April 2015. Kenaikan tertinggi tingkat optimisme ada di aspek ekonomi dan politik.

“Yang menjadi catatan khusus, tingkat optimisme terhadap pemberantasan korupsi masih paling rendah dibanding aspek-aspek yang lain,” ujar dia.

Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka terhadap 1500 responden kelas menengah dengan margin of error 2.51 persen. Usia responden dari 20–54 tahun. Survei dilakukan di enam kota besar di Indonesia yakni Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar dari 28 Agustus hingga 10 September 2016.

Hasan menambahkan, responden yang menjadi objek dalam riset ini adalah masyarakat kelas menengah. Kelas menengah dipilih menjadi basis dari riset ini lantaran karakternya yang cenderung memiliki akses terhadap informasi dan lebih peka terhadap kondisi serta perubahan.

“Sehingga penilaian kepuasan terhadap Kabinet Kerja Pemerintah Jokowi-JK akan lebih objektif,” kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement