Senin 11 Apr 2016 06:24 WIB

BSM Incar Dana Murah

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya
Bank Syariah Mandiri
Bank Syariah Mandiri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Untuk menaikkan komposisi dana murah (CASA), Bank Syariah Mandiri (BSM) mengincar dana murah. Hingga akhir 2016 ini, komposisi dana murah ditargetkan bisa mencapai 51 persen.

Sekretaris Perusahaan BSM Dharmawan P Hadad menyampaikan, sesuai Rencana Perusahaan 2016-2020, BSM akan fokus di segmen ritel. Oleh karena itu produk-produk dengan segmen ritel akan lebih disosialisasikan kepada masyarakat, termasuk lewat gelaran kegiatan di arena bebas kendaraan bermotor (car free day) di berbagai kota besar di Indonesia.

''Tahun ini BSM berharap dapat menghimpun dana murah dengan komposisi 51 persen dari target dana sekitar Rp 67 triliun,'' ungkap Dharmawan dalam siaran resmi kepada Republika, Ahad (10/4).

Pada akhir 2015 lalu, komposisi CASA BSM sudah mencapai  49,63 persen yang ditopang pertumbuhan giro sebesar 12,12 persen menjadi Rp 5,83 triliun dan tabungan sebesar 10,19 persen menjadi Rp 24,99 triliun.

Per Maret 2016, dana pihak ketiga BSM telah mencapai Rp 63,16 triliun, meningkat dari Rp 62,11 triliun di akhir 2015. Total aset di tiga bulan pertama 2016 mencapai Rp 71,23 triliun dari Rp 70,3 triliun di akhir 2015.

Berbagai produk ritel seperti Tabungan BSM, Tabungan Mabrur, gadai emas dan Cicil Emas serta pembiayaan mikro diperkenalkan kepada warga yang hadir di arena car free day Jakarta. Jumlah rekening DPK hingga akhir 2015 mencapai 6,33 juta akun dan rekening pembiayaan 339 ribu akun, jumlah ini bertambah 986 ribu akun DPK dan 170 ribu akun pembiayaan dari tahun sebelumnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement