REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil menginginkan proyek kereta cepat dilihat sebagai kebutuhan jangka panjang dan bukan hanya permasalahan saat ini.
"Kita harus melihat dalam visi jangka panjang, jangan cuma melihat jangka pendek, bayangkan dalam 30 tahun atau 50 tahun yang akan datang, Jawa ini akan menjadi kota pulau dalam perspektif ini kita harus lihat," kata Sofyan di Kompleks Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (5/2).
Sofyan mengatakan dirinya menyadari banyak orang mempertanyakan mengapa membangun kereta cepat padahal akses tol sudah ada, terlebih banyak yang memperdebatkan aspek keselamatan yang memang dibutuhkan, namun menurutnya proyek tersebut memang perlu dijalankan.
"Ini memang dibutuhkan, jangankan Jakarta-Bandung, Jakarta-Surabaya juga diperlukan, karena ke depan Pulau Jawa akan menjadi kota pulau dan setiap kota akan tersambung. Pada saat itu, Indonesia memerlukan kereta cepat bukan hanya satu, mungkin dua atau bahkan tiga," katanya.
Terkait dengan masalah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan tata ruang, dia mengatakan hal tersebut memang dibutuhkan namun untuk sesuatu yang lebih besar seharusnya bisa ditolerir. "Bagaimanapun kita memerlukan ini, pertanyaan perlu tidak kereta cepat, hari ini mungkin belum perlu tapi 10 tahun yang akan datang itu akan perlu, kalau gak dibikin hari ini kapan lagi kita akan bikin," ujarnya.