Kamis 04 Feb 2016 17:39 WIB

KCIC: Kita tidak Izinkan Investor Cina Bawa Buruh

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Nidia Zuraya
Presiden Jokowi menandatangani prasasti proyek kereta cepat.
Foto: Setkab
Presiden Jokowi menandatangani prasasti proyek kereta cepat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) Hanggoro Budi Wiryawan menegaskan, hanya akan menggunakan tenaga kerja informal lokal dalam proyek kereta cepat. KCIC akan memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam pembangunan dan mengoperasikan kereta api cepat.

"Apa sih manfaat bagi masyarakat, jangan-jangan nanti tenaga kerja buruh dari Cina? yang kita izinkan Cina membawa expert (tenaga ahli). Cina tidak akan bawa buruh," ujarnya dalam konferensi pers mengenai kereta cepat di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (4/2)

Proyek kereta cepat sepanjang 142 Km ini, ia katakan, akan menyerap tenaga kerja langsung sebesar 39 ribu orang per tahun pada masa kontruksi tiga tahun, 20 ribu orang periode konstruksi  selama 15 tahun, dan periode operasional sekitar 28 ribu orang selama 35 tahun.

Selain penyerapan tenaga kerja lokal, Hanggoro mengungkapkan juga rencana KCIC untuk melatih tenaga kerja lokal agar dapat mengoperasikan kereta cepat dengan sistem pelatihan jangka panjang.

"Pelatihan tidak hanya 2-3 minggu. Nanti akan kita akan training tenaga ahli (lokal) kita ke Cina," lanjutnya.

Ia beranggapan, transfer teknologi baru bisa diwujudkan jika dilakukan pelatihan secara jangka panjang dan berada di tempatnya langsung. Selain itu, Ia juga menepis anggapan mengenai kualitas komponen pada proyek kereta cepat yang dinilai berkualitas rendah.

Ia menjamin,komponen-komponen yang sebagian berasal dari memang berasal Cina memiliki kualitas yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan. "Kalau ada yang bilang produk Cina abal-abal, kami tidak seperti itu, kami jamin. Kita akan menjaga kualitas," ungkapnya.

Demi kemajuan teknologi perkeretaapian nasional, ia mengaku juga berencana membangun tempat produksi rolling stock untuk kereta api cepat di dalam negeri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement