Jumat 15 Jan 2016 11:57 WIB

Neraca Perdagangan RI Surplus 7,51 Miliar Dolar AS 

Rep: Satria Kartika Yudha/ Red: Nidia Zuraya
Kegiatan ekspor-impor di pelabuhan Tanjung Priok
Foto: M Syakir/Republika
Kegiatan ekspor-impor di pelabuhan Tanjung Priok

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia sepanjang tahun 2015 mengalami surplus 7,51 miliar dolar AS. Kinerja ekspor mencapai 150,2 miliar dolar AS. Sedangkan impor 142,74 miliar dolar AS. 

Kepala BPS Suyamin mengatakan, suprlus terjadi karena penurunan impor lebih besar ketimbang penurunan ekspor. 

"Ekspor turun 14,62 persen dibanding periode 2014. Sementara nilai impor turun 19,89 persen terhadap 2014," kata Surymamin dalam paparannya di kantor BPS, Jumat (15/1). 

Surplus neraca perdagangan sebenarnya bisa lebih besar apabila neraca kinerja perdagangan pada Desember 2015 tidak mengalami defisit. BPS mencatat, neraca perdagangan Desember 2015 mencatatkan defisit yang cukup besar yakni senilai 235,8 juta dolar AS. 

Kinerja ekspor sebenarnya mengalami kenaikan 5,23 persen menjadi 12,12 miliar dolar AS pada Desember 2015 terhadapNovember 2015. Namun, kenaikan impor lebih tinggi yakni mencapai 6,98 persen atau menjadi 11,89 miliar dolar AS dibandingkan November 2015. 

"Jadi, secara akumulatif Januari-Desember 2015 neraca perdagangan surplus, walaupun pada Desember kemarin terjadi defisit," ucapnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement