Kamis 12 Nov 2015 13:57 WIB

Boediono: Indonesia Bisa Jadi Negara Industri Besar

Rep: Risa Herdahita/ Red: Nidia Zuraya
Mantan wapres Boediono
Foto: Antara
Mantan wapres Boediono

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Mantan Wakil Presiden Indonesia, Boediono menyatakan tak ada keraguan Indonesia bisa menjadi negara industri besar. Untuk membuka jalur itu, ada tiga strategi yang cocok bagi potensi dan kondisi Indonesia saat ini. 

Tiga strategi yang ia sebut dengan tiga kaki itu di antaranya, mengoptimalkan hilirisasi industri. Menurut Boediono, Indonesia telah memiliki bekal dengan kekayaan sumber daya alamnya. 

Kedua, Boediono menyebutkan, Indonesia dapat meningkatkan perannya sebagai bagian dari apa yang disebut rantai pasokan global. Strategi ketiga, Indonesia juga bisa memanfaatkan pasar domestik yang besar untuk mengembangkan secara selektif industri yang memasok pasar domestik. 

"Indonesia punya SDA dan angkatan kerja yang banyak membuka pilihan untuk menjadi negara industri," katanya dalam acara Indonesia Economic Outlook 2016, Enhancing the Supplay Side to Achieve a Sustainable Growth, di Universitas Indonesia, Depok, Kamis (12/11). 

Menurutnya, tidak ada negara yang tidak ingin mencapai industrialisasi di negaranya. Industrialisasi merupakan pilar utama mendukung pertumbuhan kelanjutan. Hal ini selalu diasosiasikan dengan kemakmuran dan moderniras. 

"Industri adalah sumber nilai tambah yang tidak akan kering. Ini jalur utama menuju penguasaan berbagai teknologi dan penciptaan lapangan kerja produktif," katanya melanjutkan.

Sementara, dari tiga opsi strategi yang ia ajukan itu memiliki peluang keberhasilan dan kegagalan yang berbeda. Tugas saat ini, kata Boediono, adalah mengkombinasikan ketiganya secara cerdas agar menjadi efektif sebagai stretegi industrialisasi nasional. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement