Kamis 19 Feb 2026 07:56 WIB

Bawa Bos Freeport sampai Kadin, Prabowo Temui Pengusaha Amerika Serikat

Agenda ini menjadi bagian penting sebelum kesepakatan perjanjian perdagangan.

Presiden Prabowo Subianto turun dari pesawat setibanya di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (17/2/2026) waktu setempat.
Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Presiden Prabowo Subianto turun dari pesawat setibanya di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (17/2/2026) waktu setempat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengawali agenda resminya di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026) waktu setempat, dengan menemui Kamar Dagang Amerika Serikat (USCC), US-ASEAN Business Council (USABC), dan US-Indonesia Society (USINDO) bersama beberapa menteri Kabinet Merah Putih serta perwakilan dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia. Pertemuan yang disebut sebagai "Business Summit in Honor of H. E. Prabowo Subianto, President of the Republic of Indonesia", digelar menjelang seremoni penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik (agreement on reciprocal trade/ART) yang juga menjadi salah satu agenda utama lawatan Presiden Prabowo di Washington DC.

Presiden Prabowo tiba di Gedung Kamar Dagang AS sekitar pukul 16.49 waktu setempat, didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, CIO Danantara Pandu Sjahrir, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo.

Baca Juga

Sementara itu, dari kalangan pengusaha, hadir Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas, dan Chairman of the Board of Freeport-McMoRan Inc Richard C. Adkerson.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, saat ditemui sebelum pertemuan berlangsung, menjelaskan pertemuan itu menjadi kesempatan bagi komunitas usaha dua negara untuk memanfaatkan perjanjian timbal balik yang nantinya akan ditandatangani bersama oleh Presiden Prabowo dan Presiden AS Donald Trump Jr.

"Kita ketahui trade (nilai perdagangan dua negara, red.) ini bagus, sudah 45 miliar dolar AS. Tujuannya (ada perjanjian ART, red.) dibikin supaya lebih seimbang. Tentu ini akan memberikan banyak kesempatan bagi pengekspor Indonesia, terutama di bidang sepatu, tekstil, garmen, dan elektronik, juga bagi pengusaha Amerika di bidang kapas, gandum, dan juga soybean. Nah, tetapi bukan itu saja, dengan kita bisa di sini memikirkan apa investasi yang bisa dibawa ke Indonesia karena investasi akan sangat berarti untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan juga memanfaatkan momentum yang ada," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Anindya menjelaskan komunitas-komunitas usaha AS yang ditemui Presiden Prabowo seluruhnya merupakan mitra Kadin Indonesia.

"Semua ini adalah mitra kerja sama dengan Kadin, di mana bulan Mei 2025 kita sudah tanda tangani (dokumen kerja sama, red.) dengan US Chamber (USCC, red.), US-ASEAN, dan juga (kami) punya hubungan panjang dengan USINDO," kata Anindya.

Presiden Prabowo dan Presiden Trump dijadwalkan meneken dokumen perjanjian timbal balik, yang turut mencakup ketentuan mengenai tarif, saat keduanya melaksanakan pertemuan bilateral di Washington DC.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement