REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (kadin) Suryani SF Motik menilai pemerintah kurang percaya diri. Telihat dari asusmsi yang masih kurang tepat pada pembahasan APBN Tahun 2016.
"Soal dasar rupiah yang Rp 13.900, ketika diumumkan New York kan masih buka, naik setengah persen rupiah, pagi tadi juga, sentimen-sentimen seperti ini pemerintah kurang," ujar Suryani pada diskusi " Akhirnya Jokowi Pakai APBN Sendiri" di Menteng, Jakarta, Sabtu (31/10).
Ia memperkirakan, pada tahun depan asumsi rupiah bisa mencapai Rp 13250. Hal tersebut disimpulkan dnegan melihat nilai terakhir yang mecapai Rp 13.600.
Selain itu, ketidak percayaan diri pemerintah juga tercermin dari kondisi ekonomi global yang sebelumnya berada di 5,7 persen dan tahun berikutnya masih berada pada 5,3 peresen. "Sehingga ini juga mustinya bisa berubah lebih tinggi lagi," ujar Wakil Ketua Kadin.
Dia juga menjelaskan, inflasi juga masih cukup tinggi. Penyebab utamanya pada tahun ini karena sektor makan, seperti impor beras dan juga daging. Meski begitu, ia merasa heran karena Kementrian Pertanian justru mendapat alokasi dana paling rendah.
Pemerintah dinilai tidak dapat merefleksikan masalah yang sudah dihadapi pada tahun pertama. Menurutnya, sudah seharusnya pemerintah bisa memperbaiki kekuarangan-kekurangan yang terjadi pada tahun pertama pemerintahan.