Kamis 15 Oct 2015 15:08 WIB

Pabrik Pupuk di Indonesia Butuh Modernisasi

Pabrik pupuk, ilustrasi
Pabrik pupuk, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kalangan asosiasi pengusaha pupuk meminta pemerintah untuk dapat membantu modernisasi sejumlah pabrik yang usianya mencapai 30 tahun sehingga lebih efesien. Ketua Asosiasi Pengusaha Pupuk Arifin Tasrif  mengatakan dari 14 pabrik pupuk yang ada, tujuh diantara telah berusia 30 tahun.

"Kami juga harapkan dari 14 pabrik urea tujuh di antaranya berusia 30 tahun, perlu dimodernisasi, karena yang lama (dengan teknologi yang ada -red) boros," kata Arifin usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/10).

Arifin mengatakan dalam kesempatan bertemu dengan Presiden, juga disampaikan mengenai kebutuhan gas untuk industri pupuk. "Kami tadi bisa audiensi dengan Presiden terkait pupuk. Kebutuhan pupuk itu natural gas, dan harganya terus naik. Kami harapkan gas untuk sumur baru dan lama sesuai dengan paket kebijakan ekonomi," katanya.

Ke depan, kata Arifin, sejumlah pabrik pupuk baru akan beroperasi, termasuk di Jawa sehingga bisa menekan biaya transportasi pupuk khususnya bagi program peningkatan produksi pangan.

Sementara itu Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan kalangan pengusaha pupuk meminta adanya harga khusus bagi pasokan gas sehingga bisa mendukung program peningkatan produksi pangan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement