Rabu 22 Apr 2015 00:23 WIB

Indonesia Jadi Prioritas Investasi Taiwan

Menara Taipei 101 di Taipei, Taiwan.
Foto: Reuters/ca
Menara Taipei 101 di Taipei, Taiwan.

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPE -- Pemerintah Taiwan menegaskan bahwa Indonesia tetap akan menjadi prioritas tujuan investasi sesuai dengan kebijakan "Go South" yang diperkenalkan oleh mantan Presiden Chen Shui-bian pada 2002 untuk mengurangi ketergantungan kepada Tiongkok dan mendorong kerja sama lebih erat dengan negara-negara di Asia Tenggara.

"Saat ini, Taiwan adalah investor terbesar kesepuluh di Indonesia dan tahun lalu nilai kerja sama perdagangan kedua pihak mencapai 11,22 miliar dolar AS dengan rincian ekspor Indonesia berjumlah 7,39 miliar dolar, sedangkan impor 3,83 miliar dolar AS sehingga Indonesia menikmati surplus 3,56 miliar dolar AS," kata Berton B.C. Chiu selaku penasihat Kementerian Ekonomi Bidang Perdagangan Luar Negeri di Taipei, Selasa Malam.

Untuk periode Januari-Februari 2015, nilai kerja sama ekonomi kedua belah pihak tersebut menurut Berton sudah mencapai nilai 2,58 miliar dolar AS dengan 1,73 miliar dolar AS, yaitu impor dari Indonesia sebesar 860 juta dolar AS dan ekspor ke Indonesia 1,73 miliar dolar AS.

Sampai akhir Desember 2014, total investasi Taiwan di Indonesia mencapai 16,9 miliar dolar AS dengan sektor utama berupa produk furnitur, tekstil, garmen, sepatu, besi, perdagangan, dan pertanian.

Saat ini, diperkirakan terdapat 2.000 perusahaan Taiwan yang menanamkan modal di Indonesia serta sekitar 20.000 warga negara Taiwan yang bertindak sebagai investor dan tenaga ahli. Sementara di Taiwan terdapat sekitar 230.000 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) dan sekitar 3.000 mahasiswa.

"Dari angka-angka tersebut bisa dipastikan bahwa kerja sama ekonomi antara Taiwan dan Indonesia sudah sangat baik dan saya yakin bisa semakin ditingkatkan. Tidak hanya kerja sama perdagangan, tapi juga di bidang lain seperti kebudayaan, pendidikan dan pariwisata," kata Berton.

Di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo yang mempunyai misi bisnis karena latar belakangnya sebagai pengusaha, menurut Berton, dalam beberapa bulan terakhir ini terjadi peningkatan saling kunjung antara pejabat tinggi Indonesia dan Taiwan untuk membicarakan peluang kerja sama ekonomi di bidang perikanan, pertanian dan industri.

Negara-negara Asia Tenggara, menurut Berton, adalah mitra dagang terbesar Taiwan setelah daratan Cina dan pada 2014, nilai ekspor Taiwan ke wilayah tersebut naik sebesar 2,7 persen menjadi 313,8 miliar dolar AS. Pada Juli 2002, Presiden Chen mengingatkan rakyatnya agar ekonomi wilayah tersebut tidak banyak tergantung kepada daratan Tiongkok. Oleh karena Taiwan harus lebih mempererat kerja sama dengan negara-negara di Asia Tenggara, terutama Indonesia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement