Kamis 29 Jan 2015 23:54 WIB

Ini Capaian BNI Sepanjang Tahun 2014

Rep: c78/ Red: Agung Sasongko
Suasana transaksi keuangan di Banking Hall, Bank BNI, Jakarta, Senin (7/7).
Foto: Adhi Wicaksono/Republika
Suasana transaksi keuangan di Banking Hall, Bank BNI, Jakarta, Senin (7/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mengawali penyampaian pelaporan kinerja Bank Nasional Indonesia (BNI) sepanjang 2014, wajah , Gatot M Suwondo senantiasa sumringah. Pasalnya, direktur utama BNI tersebut tengah berbangga atas capaian laba bersih yang berhasil dibukukan BNI selama 2014 sebanyak Rp10,8 triliun atau naik sebesar 19,1 persen yang naik 19,1 persen.

“Hal ini dicapai melalui komitmen kuat, kerja keras, dan senantiasa berorientasi pada pelanggan, serta komitmen mempersembahkan nilai yang terbaik bagi seluruh stakeholders,” katanya di hadapan awak media, Kamis (29/1).

Pencapaian tersebut, lanjut dia, juga membuktikan kinerja keuangan BNI yang semakin solid di tengah pertumbuhan Produk domestik Bruto (PDB) yang mengalami perlambatan dan gejolak perekonomian internasional yang masih tak menentu.

Selanjutnya, Gatot menyebut pendapatan bunga bersih BNI pada 2014 naik 17,4 persen dari Rp19,1 triliun menjadi Rp22,4 triliun. Artinya, kualitas kinerja perkreditan BNI baik sebab tetap menjaga net interest margin (NIM) di level 6,2 persen, lebih tinggi dari tahun di mana NIM berada pada level 6,1 persen.

Peningkatan juga terjadi pada pendapatan nonbunga di 2014  yakni sebesar 13,5 persen menjadi Rp 10,7 Triliun. Kenaikan tersebut didukung kenaikan fee based income dari pengelolaan rekening, bisnis kartu, transaksi ATM, dan sumber pendapatan nonbunga lainnya.

“Meskipun pada 2014 Bank Indonesia (BI) mengeluarkan regulasi untuk membatasi kepemilikan kartu kredit, bisnis kartu kredit BNI tetap mengalami pertumbuhan dengan cukup baik,” tuturnya.

Peningkatan selanjutnya yakni dari segi jumlah transaksi kartu kredit BNI. Ia meningkat dari 21,3 juta transaksi menjadi 23,3 juta transaksi dengan nilai transaksi meningkat dari Rp20,2 triliun menjadi Rp24,7 triliun.

Diceritakannya, di tengah persaingan ketat industri perbankan Indonesia dalam mendapatkan dana pihak ketiga (DPK), BNI pada 2014 tidak ikut dalam pertarungan mendapatkan dana mahal sebab lebih fokus pada perolehan dana murah atau //current account saving account (CASA).

Sehingga, BNI membukukan pertumbuhan DPK sebesar 7,5 persen menjadi Rp 313,9 Triliun dari posisi tahun 2013 sebesar Rp 291,9 Triliun. Dari total DPK tersebut, komposisinya masih didominasi komponen dana murah sebesar 65 persen.  

“Sepanjang 2014, BNI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta memperluas akses dengan penambahan outlet dan ATM,” ujarnya, masih mempertahankan senyum sumringahnya. Tercatat, BNI telah menambah 2.908 mesin ATM menjadi 14.071 ATM sepanjang 2014. Termasuk di antaranya yakni empat ATM di Hongkong dan dua di Singapura. Untuk outlet dalam negeri, BNI menambah 73 outlet menjadi 1.760 outlet.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement