Selasa 24 Feb 2026 22:10 WIB

Jelang Lebaran, Pemerintah Jamin Stabilitas Harga dan Pasokan

Kementerian Perdagangan koordinasi dengan daerah untuk cegah lonjakan harga.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Friska Yolandha
Pedagang menata cabai dagangannya di Tebet Barat, Jakarta, Senin (9/2/2026). Menurut pedagang, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tersebut menjelang bulan suci Ramadan mengalami kenaikan. Di antaranya, harga cabai rawit merah mencapai Rp100.000 per kilogram dan tomat menjadi Rp24.000 per kilogram, sementara harga bawang merah dan bawang putih belum mengalami kenaikan signifikan. Selain itu, harga sayuran hijau seperti sawi, bayam, kangkung, hingga buncis juga mengalami kenaikan rata-rata Rp1.000 hingga Rp2.000, yang telah berlangsung selama lebih dari sepekan.
Foto: Republika/Prayogi
Pedagang menata cabai dagangannya di Tebet Barat, Jakarta, Senin (9/2/2026). Menurut pedagang, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tersebut menjelang bulan suci Ramadan mengalami kenaikan. Di antaranya, harga cabai rawit merah mencapai Rp100.000 per kilogram dan tomat menjadi Rp24.000 per kilogram, sementara harga bawang merah dan bawang putih belum mengalami kenaikan signifikan. Selain itu, harga sayuran hijau seperti sawi, bayam, kangkung, hingga buncis juga mengalami kenaikan rata-rata Rp1.000 hingga Rp2.000, yang telah berlangsung selama lebih dari sepekan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perdagangan, Budi Santoso memastikan harga dan pasokan bahan kebutuhan pokok relatif stabil saat menghadapi Hari Raya Idulfitri nanti. Pemerintah terus memantau perkembangan di lapangan guna menjamin ketersediaan barang bagi masyarakat.

"Kami terus memantau perkembangan harga dan pasokan bahan kebutuhan pokok melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Kemarin kami juga melakukan pengecekan langsung ke Pidie di Aceh,” ujar Budi saat meninjau penjualan produk UMKM lokal dalam jaringan bisnis KAI Services di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Baca Juga

Berdasarkan hasil pemantauan, ucap Budi, harga barang-barang kebutuhan pokok secara umum berada dalam kondisi stabil dan pasokan terjaga. Meski demikian, di beberapa daerah masih ditemukan harga yang berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau mendekati batas tersebut.

"Memang ada mungkin daerah tertentu yang harganya naik di atas HET atau sama dengan HET, tapi di daerah lain juga banyak yang sama dengan atau di bawah HET. Tetapi secara keseluruhan harga-harga kebutuhan pokok relatif stabil dan sesuai dengan HET," sambung Budi.

Untuk daerah yang mengalami kenaikan harga, lanjut Budi, Kementerian Perdagangan terus melakukan koordinasi agar distribusi dan pasokan tidak terhambat. Pemerintah ingin memastikan stabilitas harga tetap terjaga hingga hari raya tiba.

“Jadi untuk daerah-daerah yang mungkin agak tinggi, kita terus koordinasi agar pasokannya tidak terhambat sehingga kita pastikan bahwa menjelang Lebaran ini semua harga dan pasokan terjamin,” lanjut Budi.

Dalam kunjungan ke Pidie, Aceh, Mendag menekankan pentingnya memastikan kondisi daerah yang sebelumnya terdampak bencana tetap dalam keadaan aman dari sisi harga dan distribusi barang.

"Kemarin ketika kita di Pidie Aceh, kita ingin memastikan daerah tersebut yang sebelumnya terdampak oleh bencana dan kemarin kami lihat semua harganya relatif stabil," kata Budi. 

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement