Selasa 11 Mar 2014 13:58 WIB

Kredit Bank BJB Tumbuh 28 Persen

Rep: Friska Yolandha/ Red: Nidia Zuraya
Direktur Utama Bank BJB Bien Subianto (kanan) bersama Direktur BJB Syariah Toto Susanto (kiri) seusai acara Analyst Meeting di Jakarta, Selasa (11/3).
Foto: Republika/Adhi Wicaksono
Direktur Utama Bank BJB Bien Subianto (kanan) bersama Direktur BJB Syariah Toto Susanto (kiri) seusai acara Analyst Meeting di Jakarta, Selasa (11/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Jabar Banten Tbk (BJBR) sepanjang 2013 menyalurkan kredit sebesar Rp 45,3 triliun atau tumbuh 28,1 persen bila dibandingkan dengan pencapaian 2012. Kontribusi terbesar berasal dari sektor konsumer, yaitu sebesar 63,3 persen dari total kredit BJB.

Sektor konsumer tumbuh 27,5 persen bila dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya. "Pertumbuhan kredit paling tinggi adalah KPR," kata Direktur Utama BJB Bien Subiantoro, Selasa (11/3).

Bisnis KPR tumbuh 127,2 persen menjadi Rp 3,9 triliun. Sisanya, kredit perseroan berasal dari sektor mikro Rp 5,3 triliun dan komersial Rp 6,9 triliun.

Pertumbuhan kredit BJB diikuti oleh kenaikan rasio kredit bermasalah (NPL) menjadi 2,8 persen. Bien mengatakan, hal ini disebabkan oleh tingginya NPL sektor mikro. NPL mikro naik dari 4,1 persen menjadi 11,3 persen. "Karena di mikro banyak pegawai outsourcing sehingga manajemen risikonya kurang aman," kata Bien.

Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 25 persen. Target ini sedikit di atas target yang ditentukan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan sebesar 20 persen.

BJB juga akan mengubah manajemen sumber daya manusia untuk memperbaiki kualitas kredit bermasalah. BJB juga akan memperbanyak warung BJB untuk mempemudah pembayaran kredit mikro.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement