Selasa 18 Feb 2014 16:49 WIB

Hatta Minta Hasil Investigasi Impor Beras Ilegal Segera Diumumkan

Rep: Meiliani Fauziah/ Red: Nidia Zuraya
Menteri Koordinator Ekonomi Hatta Rajasa memimpin rapat koordinasi di Jakarta, Selasa (18/2).
Foto: Republika/Prayogi
Menteri Koordinator Ekonomi Hatta Rajasa memimpin rapat koordinasi di Jakarta, Selasa (18/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa meminta kementerian teknis membahas kasus keberadaan beras Vietnam secara bilateral. Hatta mengaku telah melakukan koordinasi untuk keperluan tersebut. "Setelah itu saya minta diumumkan," katanya, Selasa (18/2).

Ia meminta semua pihak tidak saling menyalahkan dan mengkaji penyebab kebocoran tersebut. Apabila memang ditemukan kelemahan dalam proses rekomendasi maupun izin impor, maka harus segera diperbaiki.

Perihal proses impor beras tertentu menurut dia tidak perlu dibahas secara khusus. Impor beras dibenarkan selama ada rekomendasi dari Kementerian Pertanian. Khusus beras medium, hanya Perum Bulog yang bisa melakukan impor melaui rapat koordinasi.

Impor oleh Bulog bisa dilakukan dalam kondisi tertentu. Misalnya, ketika harga beras terlalu tinggi atau stok Bulog tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Hatta pun mengaku belum mengetahui rencana penghentian impor beras. Menurut dia, hal tersebut menjadi kewenangan. "Saya belum tahu karena utu menjadi kewenangan Mentan, karena dia yang tahu apakah kita perlu (impor) atau tidak," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement