Selasa 28 May 2013 09:32 WIB

Kembangkan Pelabuhan Bengkulu, Pelindo Investasi Rp 500 Miliar

PT Pelindo II Indonesia
PT Pelindo II Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II pada 2013 menganggarkan dana sebesar Rp500 miliar untuk pengembangan pelabuhan laut Pulau Baai, Bengkulu, untuk menjadi pintu gerbang ekonomi di Bengkulu ke depan.

Dana sebesar itu dialokasikan antara lain antara lain untuk pengerukan alur masuk pelabuhan dan pembangunan dermaga yang akan menghabiskan dana sekitar Rp 110 miliar," kata General Manager PT Pelindo II Bengkulu Nur Hikmat, Selasa (28/5).

Ia mengatakan, untuk pengerukan alur masuk dan kolam pelabuhan menjadi minus 14 meter air pasang terendah dari sebelumnya mencapai minus 12 meter saat ini tengah berjalan dan diperkirakan rampung Juli 2013. Bila kedalaman alur masuk sudah mencapai minus 14 meter, maka kapal berukuran di atas 60 ribu ton tidak ada hambatan lagi untuk bersandar di dermaga Pulau Baai Bengkulu.

Selain itu, kata dia, akan membangun fasilitas pengembangan dermaga khusus batu bara dan dermaga bongkar muat barang pada pelabuhan nusantara setempat. "Kita baru saja menyelesaikan membangunan dermaga peti kemas dengan menghabiskan dana puluhan miliar rupiah dan bisa menampung sekitar 15 ribu boks peti kemas," katanya.

Bila pelayanan peti kemas terus meningkat dan hampir 50 ribu box, maka akan dibangun dermaga khusus peti kemas saat ini sudah disiapkan lahan sekitar 30 hektare. Sedangkan dermaga peti kemas yang ada sekarang akan dijadikan lokasi penampungan mobil baru karena angkutan mobil baru dari beberapa distributor di Bengkulu sudah menggunakan jasa angkutan laut.

Hingga saat ini sudah ada sekitar 800 unit kendaraan baru diangkut melalui pelabuhan Pulau Baai Bengkulu yaitu milik PT Agung Aoutomal dan PT Tiga Berlian Motor. Khusus pembangunan dermaga cair sudah disiapkan lahan sekitar 50 hektare karena disamping tmepat penampung barang cair seperti minyak mentah kelapa sawit (CPO, juga akan dibangun industri turun dari cpo tersebut.

"Kami mengimbau pemerintah daerah dan investor untuk membangun industri turunan minyak mentah kelapa sawit karena lahannya sudah tersedia cukup luas," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement