Selasa 24 Jul 2012 19:19 WIB

Gakoptindo Sesalkan Mentan Dukung Kenaikan Harga Kedelai

Ancaman mogok perajin tahu dan tempe akibat kenaikan harga kedelai
Foto: antara
Ancaman mogok perajin tahu dan tempe akibat kenaikan harga kedelai

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) menyesalkan sikap Menteri Pertanian yang mendukung kenaikan harga kedelai kini Rp8.000 per kilogram.

"Produsen tidak menolak kenaikan jika naiknya bertahap, tapi yang terjadi sekarang idak wajar. Seorang menteri seharusnya mendukung langkah pemerintah meningkatkan kesejahteraan petani dan melindungi produsen serta konsumen," kata Ketua II Gakoptindo, Sutaryo, di Jakarta, Selasa.

Sutaryo menegaskan pihaknya tetap tidak akan membuat tahu tempe pada 25-27 Juli 2012.

Selain itu, Gakoptindo mendesak pemerintah untuk jangka pendek menghapuskan bea masuk kedelai dan jangka menengahnya adalah membuat instrumen untuk menjaga stabilitas harga kedelai dan jangka panjangnya swasembada kedelai.

"Semua ketergantungan kepada impor sangat berbahaya. Namun, pemerintah tidak melakukan apa-apa untuk mencapai target swasembada kedelai pada 2014," paparnya.

Saat ini harga kedelai sudah tembus lebih dari Rp8.000 per kilogram, yang merupakan tertinggi selama beberapa tahun terakhir. "Harga kedelai terus mengalami peningkatan dan meningkatkan biaya produksi. Selama ini, pasokan kedelai berasal dari negara lain, ' ujarnya.

Pada Januari 2007, harga kedelai eceran masih Rp2.450 per kg, November 2007 menjadi Rp5.450 per kg, Desember 2007 naik menjadi Rp6.950 per kg. Kemudian pada Januari 2008 harga kedelai menjadi Rp7.250 per kg.

Sebagai bentuk protes, para produsen dan pengrajin tempe tahu akan melakukan aksi mogok pada 25-27 Juli 2012. Makanan rakyat ini akan menghilang dari pasaran di Jabodetabek, Bandung, dan Banten.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement