Rabu 22 Jun 2011 22:30 WIB

Program CSR Tak Transparan, PT Semen Tonasa Didemo Warga

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR - Massa yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, kembali melakukan demonstrasi di Makassar terkait dana Corporate Social Responsibility PT Semen Tonasa.

"CSR merupakan kewajiban setiap perusahaan diatur dalam Undang-undang 40 Tahun 2007, pasal 74 ayat 1, tentang perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya dan atau berkaitan dengan sumber daya alam, wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungannya, minimal dua persen dari keuntungan," ujar Jenderal Lapangan, Ahmadi Umar, di Fly Over Makassar, Rabu.

Dalam orasinya, ia mengatakan, PT Semen Tonasa tidak transparan kepada masyarakat sebab masyarakat sekitar tidak mengetahui adanya anggaran yang digelontorkan untuk pengelolaan CSR.

"Masyarakat hari ini hampir tidak menikmati dana tersebut. Masyarakat hanya mendapatkan setiap harinya hujan debu, asap tebal dan kebisingan saat pabrik beroperasi," papar aktivis pengkep itu.

Ia bahkan menuding pihak PT Semen Tonasa mengelontorkan dana CSR tersebut hanya kepada kalangan para keluarga pegawai perusahaan, sehingga keberpihakan perusahaan perlu dipertanyakan.

"Harusnya dua persen itu dari laba bersih perusahaan disalurkan ke masyarakat. Untuk itu kami mendesak kepada pimpinan, direksi PT Semen Tonasa untuk mengoptimalkan dana CSR sesuai dengan peraturan perundang-undangan," ujarnya.

Ketua umum IPPM Pangkep, Hardi, menuturkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT Semen Tonasa segera dilaksanakan secepatnya mengingat sejumlah permasalahan terkait kesejahteraan masyarakat di sekitar perusahaan itu terus bergulir.

"Kami menerima dan mendukung sepenuhnya hasil keputusan nanti asalkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Dan pastinya dana CSR harus diperjelas dan transparan," tambahnya.

Demo kali ini merupakan demo ulangan yang dilakukan aktivis LSM, masyarakat dan kelompok pemuda terhadap ketidakadilan penyaluran CSR perusahaan semen tersebut terhadap warga di sekitar pabrik.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement