Ahad 08 May 2011 19:39 WIB
Pesawat Merpati Jatuh

'Merpati Baiknya Dilebur dengan Garuda Indonesia'

Maskapai Merpati Airlines
Maskapai Merpati Airlines

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Anggota Komisi V DPR RI mempertimbangkan agar PT Merpati Nusantara Airlines (Merpati) sebaiknya dilikuidasi.

"Saya sangat prihatin dengan apa yang terjadi (kecelakaan pesawat di Kaimana). Namun, pada sisi lain agaknya perlunya dipertimbangkan kemungkinan dilikuidasi saja Merpati itu dan dileburkan dengan Garuda saja. Kita besarkan dan fokus ke Garuda, termasuk di daerah terpencil," kata Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Muhidin M. Said saat dihubungi di Jakarta, Ahad.

Muhidin menggarisbawahi, memang untuk peristiwa kecelakaan di Kaimana, banyak faktor yang bisa menjadi penyebabnya, namun, bila kinerja keuangan sebuah maskapai itu di atas kertas sudah negatif, sangat dikhawatirkan berpengaruh terhadap kinerja keselamatan penerbangan itu sendiri.

"Merpati itu ketika saya di Komisi VI dan memimpin privatisasi untuk Merpati, kondisinya kewajiban dua kali lipat dibanding asetnya. Cash flow-nya negatif," katanya.

Jika dilebur dengan Garuda, maka penanganan rute-rute perintis juga menjadi tanggung jawab Garuda. "Terserah nanti, apakah di rute perintis, Citilink yang masuk atau gimana? Citilink bisa menjadi pengumpan bagi rute-rute Garuda lainnya. Daripada sekarang, Merpati itu, seperti hidup segan mati tak mau," katanya.

Senada dengan Muhidin, anggota Komisi V DPR lainnya, Malkan Amin juga menyebutkan, perlu diinvestigasi secara benar kecelakaan itu sebab pesawat MA-60 buatan China itu belum teruji di pasar internasional.

Keduanya sepakat bahwa persoalan Merpati ini harus dibedah. "Kami akan agendakan untuk memanggil Menteri Perhubungan, Menteri BUMN, KNKT dan Jajaran direksi Merpati sendiri," kata Malkan.

Pada bagian lain, Malkan juga mengayakan, perlunya dikaji kembali opsi untuk melakukan amputasi terhadap BUMN Penerbangan itu jika memang dalam perkembangan satu dekade ini kinerjanya sangat mengkhawatirkan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement