Sabtu 28 Jan 2023 16:44 WIB

Investasi Tembus Rp 1,2 Triliun, Kinerja Bahlil Diapresiasi

Singapura menjadi negara dengan total investasi terbanyak,.

Red: Muhammad Hafil
Ilustrasi investasi
Foto: Pixabay
Ilustrasi investasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto memuji kinerja cemerlang Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, meski di tengah situasi ekonomi dunia yang tidak mudah, namun berhasil mencapai target investasi jumbo.

Menurut data Kementerian Investasi, realisasi investasi triwulan IV dan Januari-Desember 2022 mencapai Rp 1.207,2 triliun, secara year on year (yoy) tumbuh 34%. Angka itu dinilai sebuah prestasi sejarah sepanjang massa. 

Baca Juga

“Iya, target investasi terlampaui di tengah ekonomi global yang masih terancam resesi, ini menggambarkan kinerja pemerintah dalam menarik minat investor membuahkan hasil sesuai target,” ujar Eko, Sabtu (28/1/2023).

Secara keseluruhan total penyerapan tenaga kerja dari investasi tersebut mencapai 1.305.001 orang.

Eko mendorong dengan jumlah investasi yang fantastis tersebut dapat menyerap tenaga kerja lebih besar lagi ke depan, dari padat modal dapat bergeser ke padat karya.

“Dengan penyerapan tenaga kerja tersebut, sebenarnya masih kurang ideal. Ini karena kalau di komparasi dengan capaian pertumbuhan ekonomi maka 1% pertumbuhan ekonomi hanya mampu menyerap 260 ribu tenaga kerja, padahal idealnya bisa mencapai 400 ribu tenaga kerja,” ulasnya.

Sebelumnya Bahlil mengatakan pada awalnya banyak yang pesimis dengan target yang diminta oleh Presiden Jokowi. Namun berdasarkan realisasi investasi triwulan IV dan Januari-Desember 2022, target investasi akhirnya bisa dicapai, bahkan pertumbuhannya jadi yang terbesar sepanjang sejarah.

"Alhamdulillah kita mampu realisasi Rp 1.207,2 triliun, secara year on year (yoy) tumbuh 34%. Ini pertumbuhan investasi terbesar sepanjang republik ini ada," kata Bahlil.

Bahlil yang juga mantan Ketua Umum HIPMI ini mengatakan realisasi investasi terus mengalami pertumbuhan, pada kuartal keempat di tahun 2022 meningkat sebesar 2,3 persen dan secara year on year tumbuh sebesar 30,3 persen.

“Selama kuartal ke-4 Alhamdulillah kita mampu mencatat pertumbuhan investasi sebesar 314,8 triliun rupiah secara Q and Q (Quarter and Quarter) antara perbandingan kuartal ketiga dan kuartal ke-4 itu tumbuh 2,3 persen,” ucapnya.

“Tapi secara year on year itu tumbuh sekitar 30,3%, jadi bayangkan pertumbuhan investasi kita itu sebesar 30,3% dikaitkan dengan tahun kemarin (2021),” imbuhnya.

Masih pada kuartal keempat, Bahlil menyebutkan penyerapan tenaga kerja dari investasi tersebut mencapai 339.870 tenaga kerja.

“Penyerapan tenaga kerja yang kita lakukan pada kuartal keempat itu adalah sebesar 339.879 orang, ini di luar UMKM, di luar hulu migas dan di luar sektor keuangan,” beber Bahlil.

Selain itu, Bahlil menuturkan bahwa Penanaman Modal Asing (PMA) sebagai salah penunjang pertumbuhan ekonomi nasional termasuk yang tertinggi yakni mencapai 55,6 persen atau Rp. 175,2 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 44,4 persen atau  Rp 139,6 Triliun. 

“PMA kita, FDI kita 55,6 persen ini tumbuhnya cukup besar sekali ini salah satu negara yang pertumbuhan PMA-nya tertinggi, di mana Q and Q yaitu tumbuh 3,7% tetapi secara dibandingkan dengan tahun 2021 itu sebesar 43,3% ini adalah program kerja kita semua yang tidak main-main,” jelasnya.

Bahlil bersyukur kondisi politik dalam negeri cukup stabil dan kondusif sehingga investor yang masuk merasa aman. 

“Karena saya bersyukur kepada rakyat Indonesia juga bisa menjaga stabilitas opini politik yang tidak terlalu berlebihan sehingga investasi kita bagus,” tuturnya.

Diketahui, Singapura menjadi negara dengan total investasi terbanyak, yaitu US$ 13,3 miliar. China sebesar US$ 8,2 miliar, Hong Kong US$ 5,5 miliar, Jepang US$ 3,6 miliar, dan Malaysia US$ 3,3 miliar.

Sementara investasi di luar Jawa adalah Rp 636,3 triliun atau 52,7%, sedangkan di Jawa adalah Rp 570,9 triliun atau 47,3%.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement