Selasa 03 Nov 2026 14:47 WIB

Mendag Sebut Kemarau Panjang Picu Kenaikan Harga Cabai

Pemerintah mengirim 7 ton pasokan ke Halmahera untuk bantu stabilisasi harga.

Pedagang menata cabai dagangannya di Tebet Barat, Jakarta, Senin (9/2/2026). Menurut pedagang, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tersebut menjelang bulan suci Ramadan mengalami kenaikan. Di antaranya, harga cabai rawit merah mencapai Rp100.000 per kilogram dan tomat menjadi Rp24.000 per kilogram, sementara harga bawang merah dan bawang putih belum mengalami kenaikan signifikan. Selain itu, harga sayuran hijau seperti sawi, bayam, kangkung, hingga buncis juga mengalami kenaikan rata-rata Rp1.000 hingga Rp2.000, yang telah berlangsung selama lebih dari sepekan.
Foto: Republika/Prayogi
Pedagang menata cabai dagangannya di Tebet Barat, Jakarta, Senin (9/2/2026). Menurut pedagang, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tersebut menjelang bulan suci Ramadan mengalami kenaikan. Di antaranya, harga cabai rawit merah mencapai Rp100.000 per kilogram dan tomat menjadi Rp24.000 per kilogram, sementara harga bawang merah dan bawang putih belum mengalami kenaikan signifikan. Selain itu, harga sayuran hijau seperti sawi, bayam, kangkung, hingga buncis juga mengalami kenaikan rata-rata Rp1.000 hingga Rp2.000, yang telah berlangsung selama lebih dari sepekan.

JAKARTA — Pemerintah mengirim 7 ton cabai dari Jawa Timur ke Halmahera untuk membantu menstabilkan harga di tengah kenaikan harga komoditas tersebut di sejumlah daerah. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut kemarau panjang menjadi salah satu faktor yang menekan produksi cabai.

“Memang cabai rawit, kemudian cabai keriting, cabai rawit merah sedikit mengalami kenaikan. Itu karena memang faktor cuaca,” kata Budi seusai Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa.

Baca Juga

Berdasarkan data harga yang disampaikan dalam keterangan tersebut, harga rata-rata cabai rawit merah sempat mencapai Rp124.400 per kilogram (kg), naik 23,72 persen. Angka itu jauh di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP) sebesar Rp57 ribu per kg.

Harga cabai merah keriting juga meningkat sekitar 21,17 persen menjadi Rp101.900 hingga Rp105.600 per kg. Sementara itu, harga cabai merah besar mencapai Rp91.250 per kg. Adapun cabai rawit hijau tercatat turun tipis menjadi Rp52.500 per kg.

Budi mengatakan kenaikan harga di sejumlah daerah juga berkaitan dengan distribusi pasokan yang belum merata. Menurut dia, beberapa daerah masih mengalami surplus cabai, sedangkan wilayah lain membutuhkan tambahan pasokan.

“Walaupun demikian kan tetap ada yang surplus, karena cabai ini diproduksi di daerah tertentu. Makanya kemarin yang kita lakukan adalah dengan membantu pengiriman,” ujarnya.

Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah mengirim 7 ton cabai dari Jawa Timur ke Halmahera. Pengiriman tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bank Indonesia, dan pemerintah daerah.

“Kemarin kita ngirim (cabai) ke Halmahera ya, kan kita ngirim 7 ton dari Jawa Timur, karena Jawa Timur surplus cabai. Jadi kerja sama kita dengan Bappanas, kerja sama dengan BI dan pemerintah daerah,” kata Budi.

Pemerintah juga berupaya mengatasi persoalan distribusi komoditas telur ayam ras. Budi mengatakan pasokan telur secara nasional masih surplus, tetapi kendala pengiriman menyebabkan harga di sejumlah daerah relatif tinggi.

"Apalagi telur ini sekarang kan harga rerata nasional itu Rp26.400 per kg. Harga acuan kan Rp30.000. Artinya, sementara ada daerah tertentu yang distribusinya agak susah itu naik. Sehingga kita akan kirim ke daerah-daerah yang harganya lebih tinggi sehingga harga menjadi stabil," ujar Budi Santoso.

 

sumber : ANTARA
Berita Lainnya

Rekomendasi