JAKARTA -- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bertemu Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Jakarta, Kamis (5/11/2026). Dalam pertemuan ini, keduanya membahas kesiapan penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027 serta kerja sama peningkatan keselamatan transportasi.
"Kami berdiskusi beberapa hal khususnya terkait dengan kesiapan Nataru 2026/2027 dan berkaitan dengan work from anywhere (WFA). Karena ini terkait dengan ketenagakerjaan, kami merasa perlu berdiskusi dengan beliau," ujar Dudy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Kementerian Perhubungan, lanjut Dudy, telah mengusulkan pelaksanaan WFA pada tanggal-tanggal tertentu untuk mengurai kepadatan mobilitas masyarakat pada saat libur Natal dan Tahun Baru. Dudy juga menyampaikan evaluasi pelaksanaan angkutan Nataru 2025/2026 sebagai bahan perbaikan pelayanan ke depan.
Selain membahas angkutan Nataru, Dudy dan Yassierli mendiskusikan kerja sama peningkatan keselamatan transportasi. Dalam berbagai kesempatan, Dudy telah menekankan sejumlah upaya dalam meningkatkan keselamatan transportasi, baik melalui kebijakan maupun pengawasan di lapangan.
"Kampanye keselamatan perlu kami sinergikan antara Kementerian Perhubungan dengan Kementerian Ketenagakerjaan. Alhamdulillah diskusi cukup baik dan saya senang sekali kegiatan ini terus kita tingkatkan dengan sinergi dua kementerian yang berlangsung baik," kata Dudy.
Kementerian Perhubungan telah memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan Nataru 2026/2027. Kemenhub merencanakan Posko Terpadu Angkutan Nataru 2026/2027 pada 18 Desember 2026 hingga 6 Januari 2027 selama 20 hari.
"Posko ini akan menjadi sarana koordinasi dan pemantauan kondisi transportasi secara terpadu bersama stakeholder, sehingga potensi gangguan dapat diantisipasi dan ditangani secara cepat," tutur Dudy.
Sebelumnya, Kemenhub mengusulkan tiga hari WFA dalam periode Natal dan Tahun Baru 2026-2027. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan menyampaikan usulan WFA bertujuan guna memecah mobilisasi perjalanan masyarakat selama periode tersebut.
"Kita usulkan untuk dijadikan WFA untuk memecah volume arus lalu lintas di puncak arus mudik dan balik Nataru 2026-2027," ujar Aan dalam konferensi pers Rapat Koordinasi Evaluasi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 serta Persiapan Penyelenggaraan Masa Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 di kantor Kemenhub, Jakarta, Selasa (27/10/2026).