REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perdagangan memfasilitasi sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk sertifikasi barcode sebagai upaya untuk membuka jalan bagi produk-produk lokal untuk masuk ritel modern. Upaya tersebut dilakukan seiring dengan upaya mendorong peningkatan kualitas produk lokal.
“UMKM punya banyak produk yang bagus, tetapi kadang-kadang tidak bisa jualan. Kami bekerja sama dengan GS1 Indonesia untuk melakukan sertifikasi barcode untuk produk pangan kemasan dan beauty care. Diharapkan, teman-teman UMKM kalau sudah pakai barcode akan semakin mudah lagi barang-barangnya untuk bisa diterima di ritel modern,” kata Menteri Perdagangan RI Budi Santoso dalam acara Kick Off Fasilitasi Sertifikasi Barcode Produk Pangan dalam Kemasan dan Produk Kecantikan di Kompleks Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Budi menjelaskan, UMKM dan ritel modern sebenarnya saling membutuhkan. Peritel memilih produk ber-barcode karena lebih mudah terhubung ke inventori, distribusi, dan membantu menekan kesalahan pencatatan. Menurut catatannya, berdasarkan informasi dari Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), hampir 80 persen ritel sudah diisi oleh produk-produk lokal, dan ke depan akan terus didorong.
“Kami mencatat saat ini sudah ada kurang lebih 50.000 gerai ritel swalayan di Indonesia. Ini kalau bisa diisi produk lokal kan luar biasa. Kalau semua produk lokal bisa masuk pasar dalam negeri, berarti ketergantungan terhadap impor juga semakin kecil,” jelasnya.
Budi menekankan, pemberian fasilitas sertifikasi barcode untuk UMKM tersebut juga diiringi dengan upaya untuk meningkatkan kualitas produk-produk lokal. Diantaranya melalui bimbingan ihwal digitalisasi. Fasilitas sertifikasi barcode pada kesempatan kali ini, kata dia, diperuntukkan bagi 50 UMKM lokal. Diharapkan ke depan akan lebih banyak UMKM yang menjadi penerima manfaat dari fasilitas tersebut.
“Sehingga produk-produk kita semakin mudah diterima di ritel modern, termasuk di minimarket dan juga departement store,” tuturnya.