Ahad 01 Nov 2026 09:55 WIB

BEI: Hanya Indonesia-India Buka Data Pemegang Saham di Atas 1 Persen

BEI tambah informasi afiliasi pemegang saham demi tingkatkan kepercayaan.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Friska Yolandha
Capital Market Journalist Workshop  Media Gathering 2026 di Lombok, Sabtu (31/10/2026) malam.
Foto: Republika/Dian Fath Risalah
Capital Market Journalist Workshop Media Gathering 2026 di Lombok, Sabtu (31/10/2026) malam.

JAKARTA — PT Bursa Efek Indonesia menyebutkan Indonesia dan India menjadi dua negara di dunia yang membuka informasi kepemilikan saham kepada publik. Kebijakan ini diterapkan khusus untuk pemegang saham yang memiliki porsi kepemilikan di atas satu persen.

"Kami sudah menyampaikan kepada publik nama pemegang saham di atas 1 persen. Di dunia ini hanya Indonesia dan India yang melakukan itu," kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffery Hendrik dalam lokakarya bertajuk Transformasi Berkelanjutan untuk Pasar Modal Terpercaya dan Tangguh di Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (1/11/2026).

Baca Juga

Jeffery menuturkan kebijakan tersebut menjadi bagian penting dari reformasi pasar modal Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan investor serta menjaga transparansi informasi di pasar keuangan nasional.

Bursa Efek Indonesia juga menambahkan informasi mengenai hubungan afiliasi antarpemegang saham. Penambahan ini dilakukan agar para investor dapat mengetahui dengan jelas apakah pemegang saham tertentu memiliki keterkaitan atau tidak dengan pihak lainnya.

Ia menegaskan pihak bursa terus berupaya meningkatkan kualitas data yang disampaikan kepada publik. Upaya ini dilakukan agar masyarakat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai struktur kepemilikan emiten.

"Sebelumnya hanya nama pemegang sahamnya, kemudian berikutnya kami tambahkan informasi atas klasifikasi investornya. Ke depan, kami tambahkan lagi apakah nama itu terafiliasi atau tidak terafiliasi untuk meningkatkan kualitas dari transparansi tersebut," ucap Jeffery.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pihaknya juga meningkatkan granularitas data investor secara berkala. Klasifikasi investor yang sebelumnya hanya terdiri atas sembilan kategori kini telah diperluas menjadi 39 kategori.

Selain itu, Bursa Efek Indonesia mengumumkan daftar saham yang memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi sebagai informasi tambahan. Data ini disajikan untuk membantu investor dalam mengambil keputusan investasi yang lebih cermat.

Jeffery berharap transparansi pasar modal Indonesia semakin berkualitas dari waktu ke waktu. Peningkatan kualitas informasi ini diyakini mampu memperkuat kepercayaan investor domestik maupun asing secara berkelanjutan.

sumber : ANTARA
Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi