Jumat 16 Oct 2026 04:33 WIB

PTPN I Bidik Peluang Energi Terbarukan, Perluas Pasar Manufaktur

Setiap anak perusahaan perlu mengembangkan potensi usaha secara terukur.

Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, meninjau dua anak perusahaan, PT Energi Agro Nusantara (Enero) di Mojokerto dan PT Dasaplast Nusantara (Dasaplas) di Jepara, Kamis (15/10/2026).
Foto: PTPN I
Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, meninjau dua anak perusahaan, PT Energi Agro Nusantara (Enero) di Mojokerto dan PT Dasaplast Nusantara (Dasaplas) di Jepara, Kamis (15/10/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tetes tebu tak hanya menyisakan produk samping perkebunan. Melalui pengolahan menjadi bioetanol, bahan tersebut berpeluang menjadi sumber energi alternatif. Potensi inilah yang ingin dikembangkan PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), bersamaan dengan upaya memperluas pasar bisnis manufaktur.

Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, meninjau dua anak perusahaan, PT Energi Agro Nusantara (Enero) di Mojokerto dan PT Dasaplast Nusantara (Dasaplas) di Jepara, Kamis (15/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pengembangan usaha di sektor energi terbarukan dan manufaktur berjalan lebih optimal.

Di Enero, Abdul Rivai menyoroti peluang pengembangan bioetanol berbasis molases atau tetes tebu. Menurut dia, potensi energi terbarukan perlu digarap lebih luas agar perusahaan tidak hanya menjadi pemain utama di Jawa Timur, tetapi juga mampu menjangkau pasar nasional.

“Enero tidak boleh berhenti dan berpuas diri hanya menjadi pemain utama di Jawa Timur. Kita harus melangkah lebih jauh, berekspansi, dan membawa model bisnis bioetanol berbasis molases ini ke berbagai wilayah lain di Indonesia,” ujar Abdul Rivai.

Ia berharap Enero dapat berkembang menjadi pusat keunggulan industri bioetanol di Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan perlu memperkuat kompetensi, meningkatkan daya saing, dan mengembangkan model bisnis yang sesuai dengan kebutuhan energi masa depan.

Pengembangan bioetanol juga membuka peluang untuk meningkatkan nilai ekonomi produk samping perkebunan. Molases yang diolah menjadi energi alternatif dapat dimanfaatkan lebih optimal, sekaligus mendukung pengembangan energi berkelanjutan.

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi