Selasa 20 Oct 2026 14:10 WIB

Pakar: Mobil Terbang Tesla Kecil Kemungkinan Diproduksi Massal

Tesla akan menghadapi tantangan besar untuk memastikan teknologi tersebut aman.

Tesla Roadster
Foto: Istimewa
Tesla Roadster

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Demonstrasi Tesla Roadster yang diklaim mampu melayang dan melakukan berbagai manuver menarik perhatian publik. Namun, seorang pakar keuangan dan pasar modal dari Universitas Florida Jay Ritter menilai kendaraan tersebut kecil kemungkinan diproduksi secara massal. Kekhawatiran terhadap keselamatan dan tanggung jawab hukum menjadi kendala utama.

Dalam wawancara yang disiarkan kantor berita Rusia RIA Novosti dari Washington, Senin (19/10/2026), Ritter mengatakan demonstrasi yang tampak meyakinkan belum cukup untuk menjamin kendaraan itu dapat digunakan secara luas. Menurut dia, Tesla akan menghadapi tantangan besar untuk memastikan teknologi tersebut aman dan andal dalam berbagai kondisi.

Baca Juga

Ritter merupakan profesor emeritus di Warrington College of Business, Universitas Florida, sekaligus direktur The IPO Initiative di Departemen Keuangan, Asuransi, dan Real Estat kampus tersebut. Ia menilai jumlah kendaraan yang dapat diproduksi kemungkinan akan sangat terbatas karena risiko yang melekat pada konsep mobil yang dapat terangkat dari permukaan tanah.

“Menurut perkiraan saya, hanya sedikit Tesla model baru ini yang dapat diproduksi. Kekhawatiran terkait tanggung jawab hukum atas produk akan menjadi masalah besar,” kata Ritter.

Ia menyoroti risiko keselamatan apabila kendaraan mengalami gangguan ketika sedang melayang atau melakukan manuver di udara. Dengan bobot kendaraan yang disebut mencapai sekitar 2.000 kilogram, kegagalan sistem berpotensi menimbulkan konsekuensi serius bagi pengemudi maupun orang di sekitarnya.

“Bagaimana jika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana dan seseorang tewas akibat mobil seberat 2.000 kilogram yang jatuh dari langit?” ujar Ritter.

Meski menyampaikan keraguan terhadap prospek produksi massal, Ritter tidak meragukan keaslian demonstrasi Tesla tersebut. Ia mengatakan telah melihat video yang memperlihatkan kendaraan melakukan sejumlah gerakan di hadapan penonton secara langsung.

Dalam demonstrasi yang diperkenalkan Tesla pekan lalu, Roadster terlihat melompati rintangan, berputar pada porosnya, melayang sesaat di atas tanah, kemudian mendarat dengan aman sambil berputar saat turun. Meski demikian, demonstrasi tersebut belum dengan sendirinya membuktikan bahwa kemampuan serupa dapat dilakukan secara konsisten dalam penggunaan sehari-hari.

Perkembangan ini turut menarik perhatian Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pada Jumat (16/10/2026), Trump menyatakan terkesan dengan demonstrasi yang dilakukan perusahaan milik Elon Musk tersebut. Namun, ia juga mengatakan kemungkinan besar tidak akan pernah berada di dalam kendaraan baru itu.

Musk kemudian menyampaikan klaim mengenai kemampuan Roadster. Ia mengatakan kendaraan tersebut akan dapat melakukan berbagai atraksi dalam mode otonom dan memiliki kemampuan yang ia sebut sebagai sentient, atau kesadaran.

 

bbb

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi