Kamis 20 Aug 2026 05:44 WIB

5 Prinsip Warren Buffett Membangun Kekayaan

Warren Buffet berulang kali memberikan nasihat keuangan yang jauh lebih sederhana.

Rep: Erdy Nasrul/ Red: Erdy Nasrul
Warren Buffet, salah satu orang kaya dunia dengan sikap hidup sederhana.
Foto: EPA
Warren Buffet, salah satu orang kaya dunia dengan sikap hidup sederhana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Warren Buffett kembali membuat langkah investasi besar. Berkshire Hathaway meningkatkan kepemilikannya di Alphabet, perusahaan induk Google dan YouTube, hingga menjadikannya salah satu investasi saham terbesar perusahaan tersebut.

Reuters pada Jumat (14/8/2026) melaporkan, Berkshire menambah kepemilikannya di Alphabet sebesar 83 persen pada kuartal kedua 2026. Per 30 Juni, Berkshire memiliki hampir 106 juta saham Alphabet senilai sekitar 37,8 miliar dolar AS, melonjak dari 57,8 juta saham tiga bulan sebelumnya. Alphabet kini menjadi investasi saham terbesar ketiga Berkshire setelah Apple dan American Express.

Baca Juga

Investasi tersebut menarik perhatian bukan hanya karena nilainya yang jumbo. Buffett, yang telah menyerahkan jabatan CEO Berkshire kepada Greg Abel pada akhir 2025 dan kini tetap menjabat chairman, mengaku sebagai sosok yang pertama kali mencetuskan investasi di Alphabet.

Buffett mengatakan kepada CNBC pada Juli 2026 bahwa investasi Alphabet merupakan idenya. Berkshire mulai membangun posisi pada saham induk Google itu sejak kuartal ketiga 2025. Buffett dan Abel juga tetap berkonsultasi mengenai bagaimana modal Berkshire dialokasikan.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pada usia senjanya Buffett masih menjalankan prinsip yang selama puluhan tahun membentuk perjalanan investasinya: mencari nilai, tidak terburu-buru, dan menempatkan uang pada aset yang diyakininya mampu menghasilkan nilai dalam jangka panjang.

Namun, pelajaran dari Buffett bukan hanya relevan bagi orang yang mempunyai miliaran dolar untuk membeli saham. Investor berjuluk Oracle of Omaha itu berulang kali memberikan nasihat keuangan yang jauh lebih sederhana dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut lima prinsip Warren Buffett dalam membangun kekayaan.

1. Bereskan Utang Mahal Sebelum Sibuk Mengejar Keuntungan

Sebelum memikirkan saham mana yang akan naik, Buffett mengingatkan pentingnya membereskan utang dengan bunga tinggi. Nasihat itu pernah disampaikannya dalam rapat tahunan Berkshire Hathaway pada 2 Mei 2020 di Omaha. Pertemuan tersebut berlangsung secara virtual karena pandemi Covid-19.

Ketika menjawab pertanyaan mengenai kartu kredit, Buffett bercerita tentang seorang perempuan yang meminta nasihat kepadanya. Perempuan itu mempunyai uang, tetapi juga memiliki utang kartu kredit dengan bunga sekitar 18 persen. Jawaban Buffett lugas:

“Kalau saya memiliki utang dengan bunga 18 persen, hal pertama yang akan saya lakukan setiap kali punya uang adalah melunasi utang itu.”

Ucapan tersebut terdokumentasi dalam CNBC Warren Buffett Archive dari rapat tahunan Berkshire pada 2 Mei 2020. Buffett bahkan mengatakan dirinya tidak mengetahui cara menghasilkan imbal hasil 18 persen secara konsisten sehingga melunasi utang berbunga sebesar itu jauh lebih masuk akal daripada mencari gagasan investasi baru.

Pesannya sederhana tetapi penting: jangan mengejar return investasi sementara kekayaan terus bocor untuk membayar bunga utang konsumtif yang tinggi. Sebelum membeli saham, seseorang perlu mengetahui ke mana pendapatannya pergi, mengendalikan pengeluaran, membangun dana cadangan, dan sebisa mungkin mengurangi utang berbunga mahal.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi