Senin 05 Oct 2026 13:16 WIB

Tujuh Perusahaan Masuk Antrean IPO di BEI

BEI targetkan 1.100 perusahaan tercatat hingga 2030.

Layar digital menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (31/7/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona hijau pada perdagangan akhir pekan ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 0,80 persen atau 49,762 poin ke level 6.236,126, sekaligus menutup perdagangan akhir Juli di zona hijau.
Foto: Republika/Prayogi
Layar digital menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (31/7/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona hijau pada perdagangan akhir pekan ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 0,80 persen atau 49,762 poin ke level 6.236,126, sekaligus menutup perdagangan akhir Juli di zona hijau.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat terdapat tujuh perusahaan berada dalam antrean (pipeline) untuk melangsungkan penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia hingga 2 Oktober 2026. Jumlah tersebut mencakup perusahaan dari skala aset kecil, menengah, hingga besar.

"Hingga saat ini, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (5/10/2026). Perusahaan-perusahaan tersebut saat ini sedang mempersiapkan proses pencatatan sahamnya di bursa.

Baca Juga

Dari tujuh calon emiten tersebut, sebanyak dua perusahaan memiliki aset skala besar di atas Rp 250 miliar. Sementara itu, tiga perusahaan memiliki aset skala menengah antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar, serta dua perusahaan beraset skala kecil di bawah Rp 50 miliar.

Saidu menjelaskan klasifikasi skala aset perusahaan tersebut merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017. Dilihat dari sisi sektornya, antrean IPO terdiri atas empat perusahaan sektor kesehatan, dua perusahaan sektor energi, dan satu perusahaan sektor industri.

 

sumber : ANTARA
Berita Lainnya

Rekomendasi