Senin 13 Jul 2026 12:30 WIB

Rupiah Melemah ke Rp 18.090 per Dolar AS, IHSG Dibuka Menguat

Pelaku pasar memantau perkembangan saham AI, inflasi AS, dan situasi Timur Tengah.

 Nilai tukar rupiah pada Senin (13/7/2026) pagi bergerak melemah 25 poin atau 0,14 persen menjadi Rp 18.090 per dolar AS dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp 18.065 per dolar AS.  (ilustrasi)
Foto: Republika/Thoudy Badai
Nilai tukar rupiah pada Senin (13/7/2026) pagi bergerak melemah 25 poin atau 0,14 persen menjadi Rp 18.090 per dolar AS dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp 18.065 per dolar AS. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah pada Senin (13/7/2026) pagi bergerak melemah 25 poin atau 0,14 persen menjadi Rp 18.090 per dolar AS dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp 18.065 per dolar AS. Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menyatakan pelemahan rupiah dipicu meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah kembali meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang menyebabkan lonjakan harga minyak mentah dunia," ungkapnya di Jakarta, Senin.

Baca Juga

Mengutip Anadolu, ketegangan regional meningkat dalam beberapa hari terakhir di tengah aksi saling serang antara pasukan Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pada Ahad (12/7/2026), Iran menyatakan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah situs militer AS di Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman sebagai balasan atas serangan AS terhadap sejumlah target di Iran.

Amerika Serikat kembali melancarkan serangan di beberapa wilayah selatan Iran pada Senin pagi. Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan beberapa ledakan di Bandar Abbas, Sirik, Pulau Qeshm, dan Jask yang seluruhnya berada di Provinsi Hormozgan.

Kantor Berita Mehr juga melaporkan ledakan di Kota Bushehr dan Kangan. Sentimen lainnya berasal dari data ekonomi penting AS yang akan dirilis besok, yakni inflasi Juni yang diperkirakan turun 0,1 persen secara month on month serta dari 4,2 persen menjadi 3,9 persen secara year on year.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak pada kisaran Rp 18.000 hingga Rp 18.150 per dolar AS.

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi