Selasa 04 Aug 2026 18:05 WIB

Bluebird Bukukan Pendapatan Rp2,97 Triliun pada Semester I 2026

Layanan taksi masih menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan Bluebird

PT Blue Bird Tbk (BIRD) membukukan pendapatan sebesar Rp2,97 triliun pada semester I 2026 atau tumbuh 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut ditopang kinerja positif di berbagai lini bisnis, seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat.
Foto: Ichsan Emrald Alamsyah/Republika
PT Blue Bird Tbk (BIRD) membukukan pendapatan sebesar Rp2,97 triliun pada semester I 2026 atau tumbuh 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut ditopang kinerja positif di berbagai lini bisnis, seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Blue Bird Tbk (BIRD) membukukan pendapatan sebesar Rp2,97 triliun pada semester I 2026 atau tumbuh 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut ditopang kinerja positif di berbagai lini bisnis, seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat.

Selain mencatat pertumbuhan pendapatan, Bluebird membukukan EBITDA sebesar Rp714 miliar dan laba bersih mencapai Rp323,8 miliar pada paruh pertama 2026.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Andre Djokosoetono mengatakan perseroan mampu menjaga pertumbuhan di tengah ketidakpastian global yang ditandai dinamika geopolitik, kenaikan biaya energi dan operasional, volatilitas nilai tukar rupiah, serta persaingan industri yang semakin kompetitif.

"Kami percaya kekuatan Bluebird terletak pada kemampuan menghadirkan berbagai solusi mobilitas yang saling melengkapi. Karena itu, kami akan terus memperkuat investasi di tiap lini bisnis, meningkatkan kualitas operasional serta pengembangan sumber daya manusia untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai jangka panjang bagi pelanggan," ujar Andre dalam keterangan tertulis, Senin (4/8).

Layanan taksi masih menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan perseroan dengan porsi sekitar 69 persen dari total pendapatan atau tumbuh 11,4 persen dibandingkan semester I 2025. Sementara itu, layanan non-taksi yang mencakup shuttle, rental, bus, dan layanan mobilitas lainnya menyumbang sekitar 31 persen dari total pendapatan.

Di antara lini bisnis non-taksi, Cititrans menjadi unit usaha dengan pertumbuhan tercepat pada semester I 2026. Kinerja tersebut didorong peningkatan jumlah armada, optimalisasi rute perjalanan, serta tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur sekolah.

Sementara itu, layanan bus melalui Bigbird mempertahankan pertumbuhan yang solid berkat meningkatnya permintaan dari segmen korporasi dan perjalanan rombongan. Adapun bisnis rental juga terus tumbuh didukung permintaan yang stabil dari pelanggan korporasi.

Bluebird juga terus mengoptimalkan pengelolaan siklus hidup armada melalui penjualan kendaraan eks-operasional yang telah direkondisi sesuai standar perusahaan. Langkah tersebut dinilai mampu memaksimalkan nilai aset sekaligus memenuhi tingginya permintaan kendaraan bekas berkualitas.

Sejalan dengan pengembangan bisnis, perseroan juga terus menjalankan berbagai program peningkatan kompetensi, apresiasi, dan kesejahteraan bagi pengemudi maupun karyawan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas layanan kepada pelanggan.

Memasuki paruh kedua 2026, Andre mengatakan Bluebird akan terus memperkuat portofolio layanan, meningkatkan produktivitas armada, serta menjaga disiplin operasional untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis.

"Kami akan terus memperkuat portofolio dengan layanan baru, meningkatkan produktivitas armada, serta menjalankan operasional secara disiplin agar dapat terus menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan pelanggan," kata Andre.

Berita Lainnya

Rekomendasi