REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menyampaikan posisi cadangan devisa Indonesia pada Juni 2026 berada di posisi 145,6 miliar dolar AS. Angka tersebut meningkat tipis dibandingkan posisi cadangan devisa pada Mei 2026 sebesar 144,9 miliar dolar AS.
“Perkembangan posisi cadangan devisa Juni 2026 tersebut dipengaruhi terutama oleh penerimaan pajak dan jasa di tengah pembayaran Utang Luar Negeri (ULN) pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global,” ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).
Denny menuturkan, posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2026 setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ujar dia.
Ke depan, Denny menyebut, BI meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik, didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing. Hal itu sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.
“Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” terangnya.
Seiring dengan capaian baru cadangan devisa per Juni 2026, rupiah terpantau kembali bergerak menuju level Rp 18.000 per dolar AS. Pada pembukaan perdagangan Selasa (7/7/2026), Mata Uang Garuda berada pada posisi Rp 17.996 per dolar AS.
Posisi cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan yang cukup tajam dari awal tahun 2026, sejalan dengan upaya masif BI menguatkan nilai tukar rupiah di tengah eskalasi konflik yang terjadi sepanjang berjalannya tahun ini. Tercatat, pada Januari 2026, posisi cadangan devisa Indonesia mencapai 154,6 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan posisi pada Desember 2025 sebesar 156,5 miliar dolar AS.
Pada Februari 2026, posisi cadangan devisa turun menjadi 151,9 miliar dolar AS, disusul penurunan pada Maret 2026 menjadi 148,2 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa Indonesia kembali menurun, pada April tercatat sebesar 146,2 miliar dolar AS, dan turun lagi pada Mei 2026 ialah sebesar 144,9 miliar dolar AS. Barulah pada Juni 2026 naik tipis menjadi 145,6 miliar dolar AS.