Kamis 06 Aug 2026 08:35 WIB

INDEF: Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen Belum Cerminkan Kualitas Kesejahteraan

Kenaikan garis kemiskinan menunjukkan tekanan biaya hidup masih cukup besar.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Friska Yolandha
Suasana pembangunan proyek jalan tol Serang-Panimbang di Panimbang, Pandeglang, Banten, Kamis (11/6/2026). Data dari PT PP (Persero) Tbk mencatat progres konstruksi jalan tol Serang-Panimbang seksi 3B sepanjang 15,54 kilometer tersebut per Mei 2026 telah mencapai 73,05 persen dan terus dikebut penyelesaiannya guna meningkatkan konektivitas serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan Banten bagian selatan.
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Suasana pembangunan proyek jalan tol Serang-Panimbang di Panimbang, Pandeglang, Banten, Kamis (11/6/2026). Data dari PT PP (Persero) Tbk mencatat progres konstruksi jalan tol Serang-Panimbang seksi 3B sepanjang 15,54 kilometer tersebut per Mei 2026 telah mencapai 73,05 persen dan terus dikebut penyelesaiannya guna meningkatkan konektivitas serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan Banten bagian selatan.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kepala Center of Macroeconomics and Finance Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Rizal Taufikurrahman berharap pemerintah tidak berpuas diri dengan capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29 persen pada kuartal II 2026. Rizal menyebut angka tersebut tidak serta merta mencerminkan kualitas pertumbuhan ekonomi. 

"Memang masih relatif tinggi, tetapi kualitasnya belum sepenuhnya kuat," ujar Rizal saat dihubungi Republika di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Baca Juga

Rizal menyebut penurunan pengangguran dan kemiskinan belum secara otomatis menjadi indikator perbaikan kesejahteraan. Pasalnya, penciptaan kerja masih banyak terjadi di sektor informal dengan produktivitas, upah, dan perlindungan yang rendah.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi