Senin 15 Jun 2026 14:12 WIB

Sekolah Rakyat Jabar II Ditargetkan Beroperasi Juli 2026

Pembangunan Sekolah Rakyat Jabar II kini telah memasuki tahap akhir.

Sekolah Rakyat Jabar II di Cikarang ditargetkan beroperasi Juli 2026.
Foto: Brantas Abipraya
Sekolah Rakyat Jabar II di Cikarang ditargetkan beroperasi Juli 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, CIKARANG -- Pembangunan Sekolah Rakyat Jabar II di Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, memasuki tahap penyelesaian akhir. Komisi V DPR RI optimistis sekolah berkonsep asrama itu dapat mulai beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Optimisme tersebut disampaikan usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke lokasi pembangunan pada Jumat (12/6/2026). Dalam kunjungan itu, anggota dewan meninjau langsung progres pembangunan yang dikerjakan PT Brantas Abipraya (Persero).

Baca Juga

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda menilai progres pembangunan menunjukkan hasil yang positif meski waktu pelaksanaan relatif terbatas. Namun, ia menekankan kualitas pembangunan harus tetap menjadi prioritas hingga proyek selesai.

Komisi V DPR RI juga meminta PT Brantas Abipraya dan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terus melakukan pemantauan dan pengawasan agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi V DPR RI meninjau sejumlah fasilitas utama yang tengah dibangun, mulai dari ruang kelas, asrama putra dan putri, rumah susun guru, hingga dapur. Pembahasan juga mencakup integrasi tata ruang mengingat Sekolah Rakyat mengusung konsep boarding school yang akan menampung peserta didik jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya Dian Sovana mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat Jabar II kini telah memasuki tahap akhir. Menurut dia, seluruh pemangku kepentingan terus melakukan percepatan pekerjaan dan pengawasan ketat agar seluruh fasilitas dapat berfungsi optimal saat tahun ajaran baru dimulai.

"Kami menyambut baik kunjungan kerja Komisi V DPR RI sebagai bentuk dukungan dan pengawasan terhadap pembangunan Sekolah Rakyat Jabar II. Masukan yang disampaikan menjadi motivasi bagi Brantas Abipraya untuk terus menjaga kualitas pekerjaan sekaligus memastikan penyelesaian proyek sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah,” kata Dian, Senin (15/6/2026).

Sekolah Rakyat Jabar II dirancang menampung sekitar 900 hingga 1.080 siswa yang terbagi dalam 36 rombongan belajar. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menyediakan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi masyarakat desil 1 dan desil 2 atau kelompok miskin dan miskin ekstrem.

Selain memperluas akses pendidikan, kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi sarana pembentukan sumber daya manusia unggul melalui lingkungan belajar yang terintegrasi dengan fasilitas pendukung yang memadai.

Dian mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan program yang memiliki dampak sosial besar karena membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, PT Brantas Abipraya berupaya memastikan pembangunan berjalan sesuai standar mutu dan target waktu yang ditetapkan.

"Sebagai BUMN konstruksi, Brantas Abipraya bangga dapat berkontribusi mewujudkan program ini dan akan terus mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi penerus bangsa," kata Dian.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi